press enter to search

Kamis, 15/11/2018 04:41 WIB

Lukisan Berusia 500 Tahun Karya Leonardo da Vinci Seharga Rp6,1 Triiun

| Selasa, 14/08/2018 01:17 WIB
Lukisan Berusia 500 Tahun Karya Leonardo da Vinci Seharga Rp6,1 Triiun

NEW YORK (aksi.id) - 

Leonardo da Vinci bukan hanya seniman, tapi juga ilmuwan banyak bidang yang berpengaruh dalam era Renaissance Italia abad ke-15. Da Vinci juga disebut sebagai seorang jenius, ketika  Walter Isaacson mendeskripsikan sosok seniman di balik lukisan Mona Lisa dan Perjamuan Terakhir.

 Walter Isaacson sendiri adalah penulis buku biografi Leonardo da Vinci yang punya serangkaian cerita mengapa seni dan sains layak dilekatkan ke Da Vinci beserta karya-karyanya. Da Vinci menciptakan mulai dari lukisan ikonik, seperti Mona Lisa dan Perjamuan terakhir, hingga terobosan optik dan perspektif.
 
Dikutip dari National Geographic, Sabtu (4/11/2017), karena hal yang disebutkan di atas, Isaacson menyebut bahwa Da Vinci telah berhasil menggabungkan seni dan sains menjadi satu. Ternyata kejeniusan Da Vinci ini bisa kita ikuti dan pelajari.
 
Lebih lanjut, untuk menelusuri kejeniusan Da Vinci, Isaacson mengatakan bahwa harus diawali dari senyum Mona Lisa yang mampu menyihir kita lebih dari 500 tahun.
 

Isaacson menyebut senyuman Mona Lisa ibarat puncak pembelajaran seumur hidup Da Vinci yang digunakan untuk mempelajari seni, sains, optik, dan hal lain yang membuatnya penasaran.

"Da Vinci menghabiskan banyak halaman di buku catatannya untuk membedah wajah manusia. Dia mempelajari setiap otot dan saraf yang menyentuh bibir," ujar Isaacson.

Da Vinci membuat gambar Mona Lisa sejak 1503 sampai mendekati kematiannya 1519. Dia mencoba membuat sedetail mungkin di setiap goresan. Untuk mewujudkan itu, Da Vinci sampai membedah mata mayat manusia untuk mempelajari detail di pusat retina.

SEHARGA RP1 TRILIUN

Satu lukisan berumur 500 tahun yang menggambarkan Yesus Kristus terjual di balai lelang Christie`s di New York seharga $450 juta (Rp6,1 triliun), disebut-sebut sebagai karya Leonardo da Vinci.

Lukisan it dikenal sebagai Salvator Mundi (Juru Selamat Dunia), dipekirakan dilukis pada suatu waktu sesudah tahun 1505, namun banyak yang menganggap ini bukan karya da Vinci sendiri.

Ini merupakan rekor baru untuk harga karya seni, yang membuat ruangan lelang gegap gempita dengan sambutan dan tepuk tangan.

Leonardo da Vinci meninggal tahun 1519, dan karya-karya lukisnya yang bertahan hingga sekarang jumlahnya kurang dari 20.

Dan sejauh ini hanya satu yang diketahui dimiliki kolektor pribadi. Ditambah Salvator Mundi, jika ini benar-benar karya Leonardo da Vinci.

Harga akhir saat lelang adalah $400 juta, namun dengan ongkos jasa dan komisi, pemenang lelang harus membayar $450,3 juta.

Sang pemenang yang tidak diumumkan identitasnya, mengikuti pelelangan yang berlangsung sekitar 20 menit itu melalui telepon.

Lukisan yang menunjukkan Kristus mengangkat tangan kananya itu pada tahun 1958 terjual di sebuah lelang di London seharga $60 (kurang dari Rp100.000).

Saat itu Salvator Mundi diyakini merupakan karya seorang murid da Vinci, bukan karya da Vinci sendiri.

MAHAKARYA MISTERIUS

  • Lukisan itu dijual oleh wakil dari keluarga seorang miliarder Rusia Dmitry E Rybolovlev, yang dilaporkan membelinya pada bulan Mei 2013
  • Ternyata karya ini pernah menjadi milik Raja Inggris, Charles I, pada tahun 1500an dan `ditemukan kembali` pada tahun 2005
  • Dr Tim Hunter, seorang ahli spesialis dalam lukisan Old Master dan lukisan abad 19, mengatakan bahwa ini adalah `penemuan terbesar abad ke-21`
  • Lukisan itu menjalani suatu prosedur kosmetik besar-besaran - kerangka panel kayu kenarinya disebut digerogoti hama, dan pada titik tertentu tampaknya sudah terbelah dua - dan upaya untuk merestorasinya mengakibatkan terjadinya baret-baret.
  • Rekor penjualan lukisan termahal sebelumnya dicapai oleh Perempuan Aljazair karya Picasso, yang terjual seharga $160 juta (2,16 triliun)
Presentational grey line

Penulis seni rupa BBC, Vincent Dowd mengatakan bahwa hingga sekarang pun, penetapan Leonardo da Vinci sebagai pelukis Salvator Mundi tetap tak secara universal diterima.

Ada kritikus yang bahkan menyebut bahwa permukaan lukisan itu "datar, dipoles, kusam, disikati, dan dilukis kembali berulang-ulang, sehingga jadi tampak baru sekaligus tua."

Seorang kritikus lain, Jenny Saltz menulis di Vulture.com: "Siapa pun kolektor pribadi yang terkecoh membeli lukisan ini dan memasangnya di apartemen atau tempat penyimpanan koleksi mereka, itu risiko mereka sendiri."

Tapi balai lelang Christie`s bersikeras bahwa lukisan itu otentik karya da Vinci dan menyebutnya sebagai "penemuan kembali karya artistik terbesar abad di ke-20".

Ketika pada tahun 2005 Salvator Mundi muncul kembali dari suatu situasi tidak jelas, publik seni dengan gairah menyebutnya sebagai "Leonardo yang hilang".

Empat tahun yang lalu karya itu dibeli oleh seorang kolektor Rusia seharga $127,5 juta - tapi melalui penjualan pribadi, bukan di pelelangan.