press enter to search

Minggu, 25/10/2020 20:15 WIB

China Cairkan Pinjaman Tahap II Rp3,847 Triliun untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ahmad Bashori | Senin, 03/09/2018 21:12 WIB
China Cairkan Pinjaman Tahap II Rp3,847 Triliun untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirjen Perkeretaapian Zulfikri dan rombongan meninjau pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 147 kilometer

JAKARTA (aksi.id) - China Development Bank mencairkan pinjaman tahap kedua sebesar US$ 274,8 juta atau sekitar Rp 3,847 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Dari total pencairan tahap kedua tersebut, 60% diantaranya atau sebesar US$165,2 juta, dialokasikan sebagai pelunasan uang muka kepada EPC Kontraktor dalam hal ini HSRCC. Sebelumnya pihak CDB telah memberikan pinjaman perdana sebesar US$170 juta pada akhir April lalu. 

Menyusul cairnya utang tahap kedua itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku salah satu konsorsium kontraktor pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung , akan mempercepat proyek tersebut. 

"Tantangan ke depan adalah bagaimana WIKA sebagai bagian dari konsorsium dapat mendorong percepatan pembangunan kereta cepat secara tepat waktu, tepat mutu dan biaya," ujar Direktur Utama WIKA Tumiyana melalui siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Senin (3/8/2018).

Lingkup pekerjaan WIKA dalam Konsorsium Kereta Cepat Jakarta- Bandung adalah pekerjaan subgrade, fondasi, struktur dan arsitek. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun di sepanjang 142,3 km yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar Bandung.

Proyek itu berada di bawah PT Kereta Cepat Indonesia China, di mana pemegang saham perseroan adalah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. WIKA sendiri memegang 38% saham Pilar Sinergi BUMN.

Sebelumnya Dirjen Perkeretaapian Zulfikri bersama rombongan dari Kememko Kemaritiman meninjau proyek pembangunan kereta cepat tersebut.

Progers embangunan jalur kereta sepanjang 147 kilometer itu diharapkan kurang lebih 25 persen pada tahun ini. (moy).