press enter to search

Sabtu, 15/12/2018 15:52 WIB

2 Oknum Polisi Penganiaya Bripda Fathurahman Jadi Tersangka

| Selasa, 04/09/2018 09:28 WIB
2 Oknum Polisi Penganiaya Bripda Fathurahman Jadi Tersangka Ilustrasi pemborgolan pelaku kejahatan

KENDARI (aksi.id) - Dua oknum anggota Polri terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa salah satu bintara remaja Polda Sulawesi Tenggara, Bripda Muhammad Fathurahman Ismail, ditetapkan sebagai tersangka. 14 orang saksi dimintai keterangan dalam kasus ini. Sementara itu, hasil outopsi menunjukkan, tulang rusuk korban mengalami keretakan dan luka kemerahan pada pembungkus jantung.

Usai menggelar prarekonstruksi tewasnya Bripda Muhammad Fathurahman di lokasi kejadian, Polda Sultra langsung menahan dan menetapkan dua personelnya sebagai tersangka.

Dua oknum polisi penganiaya korban yakni Bripda Zulfikar dan Bribda Fislan, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Bid Propam dan Direktorat Kriminal Umum, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Aksi penganiayaan yang dilakukan dua oknum polisi angkatan 40 dan 41 ini, menjadi pelajaran penting bagi personil Polri lainnya agar tidak terjadi lagi hal yang sama. Untuk proses lebih lanjut, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, hasil autopsi menunjukkan tulang rusuk korban mengalami keretakan pada rusuk kiri nomor tujuh, jejas kemerahan pada pembungkus jantung, jejas merah pada permukaan jantung dan terdapat resapan darah pada otot perut bawah.

Kasubid Penmas Humas Polda Sultra, Kompol Agus Mulyadi mengatakan, akibat perbuatannya, bripda Zulfikar dan Bripda Fislan terancam dipecat dari institusi Polri.

Aksi kekerasan ini berawal saat almarhum Bripda Fathurahman bersama rekanya baru saja pulang berpatroli Senin (3/9/2018) pukul 00.30 Wita. “Kemudian kedua pelaku mengumpulkan mereka. Bripda ZU dan Bripda FI pun langsung melayangkan pukulan di tubuh korban,” ucap Agus, Selasa (4/9/2018).

Korban diduga menemui ajal setelah dipukul dengan kepalan tangan pada bagian dada dan perut bawah pusar hingga jatuh tersungkur. Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Abunawas menggunakan mobil Ditsamapta Polda Sultra.

Dokter Rumah Sakit Daerah Abunawas yang memberikan pertolongan pertama dengan cara memompa jantung dan menginfus menyebut, korban meninggal dunia pukul 01.40 Wita. Pada pukul 04.00 Wita, jenazah almarhum dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra.

(dien/sumber: inews.id).