press enter to search

Selasa, 13/11/2018 11:33 WIB

Bandara Silangit Ganti Nama Menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII

| Sabtu, 08/09/2018 14:39 WIB
Bandara Silangit Ganti Nama Menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII Presiden Jokowi saat meresmikan terminal baru Bandara Silangit

JAKARTA (aksomid) - Kendati diwarnai penolakan oleh sejumlah warga, pemerintah tetap mengganti nama Bandar Udara Internasional Silangit. Bandara yang terletak di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu kini sudah berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII. 

Pergantian nama Bandara Internasional Silangit kelolaan PT Angkasa Pura II tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor KP 1404 Tahun 2018.

Sejumlah instansi berwenang diminta untuk menindaklanjuti putusan tersebut sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat salinan keputusan Menteri Perhubungan tersebut ditujukan kepada Sesditjen Perhubungan Udara dan Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara, yang ditandatangani oleh kepala Biro Hukum Wahju Adjih tertanggal 4 September 2018.

DITOLAK WARGA

Perubahan nama Bandara Silangit ini mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat Silangit khususnya dari Desa Pariksabungan Siborong-Borong. Masyarakat di kawasan tersebut mengaku menolak keras perubahan nama Bandara Silangit menjadi Bandara Sisingamangaraja XII. 

"Seluruh masyarakat Silangit menolak keras pergantian nama Bandara Internasional Silangit," kata salah seorang tokoh masyarakat Silangit, Pongat Simanjuntak, saat dihubungi iNews.id, Sabtu (8/9/2018).

Pongat mengungkapkan, sebelumnya sikap masyarakat terkait dengan penolakan pergantian nama Bandara Silangit ini sudah mereka sampaikan kepada mantan Plt Bupati Tapanuli Utara, Mauliate Simorangkir pada medio April lalu. 

"Padahal dalam agenda pembahasan terkait poin tersebut yang digelar Pemkab Taput (Tapanuli Utara) pada Juni 2017 lalu, mayoritas peserta rapat telah menyatakan penolakan pergantian nama bandara dalam agenda yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk warga Silangit dan pimpinan DPRD Taput," sebutnya.

Hasil pembahasan tersebut, kata dia, seharusnya menjadi pertimbangan mendasar bagi Pemkab Taput untuk tidak memberikan dukungan atas hal dimaksud, bukan malah sebaliknya.

"Apapun risikonya, seluruh masyarakat Silangit menolak pergantian nama bandara tersebut. Kami sudah siap," ucapnya.

DIRESMIKAN JOKOWI

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan Terminal Bandar Udara Internasional ini pada 24 November 2017 lalu. Bandara ini Jadi pintu gerbang pariwisata menuju kawasan Danau Toba.

Bandara Internasional ini sebelumnya memiliki landas pacu (runway) sepanjang 2.650 meter dan terminal seluas 3.000 meter persegi.  Presiden Jokowi pun meminta untuk diperpanjang lagi.

"Ini perintah saya ke Menteri Perhubungan diperpanjang runway dari 2.650 menjadi 3.000 meter agar pesawat wide body yang paling besar bisa masuk ke Silangit," kata Jokowi saat peresmian Terminal Bandara Internasional Silangit, Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Jumat (24/11/207) lalu.

 Bandara ini awalnya dibangun jauh pada masa penjajahan Jepang.

Pada tahun 1995, pembangunan dilanjutkan melalui penambahan landas pacu dari 900 meter menjadi 1.400 meter. Selanjutnya di era SBY Bandara ini ditambah panjang runway menjari 2.400 m x 30 m.