press enter to search

Rabu, 14/11/2018 02:54 WIB

Jasa Raharja Siap Cairkan Klaim Asuransi Rp1,13 Miliar untuk Korban Bus Masuk Jurang di Sukabumi

| Minggu, 09/09/2018 17:57 WIB
Jasa Raharja Siap Cairkan Klaim Asuransi Rp1,13 Miliar untuk Korban Bus Masuk Jurang di Sukabumi

JAKARTA (aksi.id) -  Manajemen PT Jasa Raharja (Persero) siap mencairkan klaim asuransi jiwa sebesar Rp1,13 miliar untuk korban kecelakaan bus pariwisata di Sukabumi, Jawa Barat.

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo mengatakan, nominal yang diterima korban meninggal sebesar Rp50 juta per orang sementara korban luka-luka termasuk luka berat dan ringan mendapatkan santunan sebesar Rp20 juta per orang.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 dan PMK Nomor 15 Tahun 2017, bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja memberi hak santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris korban dan menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit di mana korban dirawat dengan biaya perawatan maksimum Rp20 juta terhadap korban luka-luka," katanya, Minggu (9/9/2018).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan Unit Laka Polres Sukabumi dan menerbitkan surat jaminan rumah sakit serta mendata korban yang akan dirawat di puskesmas dan rumah sakit umum sekitaran Pelabuhan Ratu dan Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak.

Secara kronologi, sedikitnya 18 orang tewas saat minibus yang mengangkut karyawan Catur Putra Group Bogor masuk jurang di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). Para korban tewas dan luka kini dibawa ke RSUD Palabuhanratu.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi menuturkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, rombongan karyawan ini berasal dari sejumlah dealer motor Honda yang berada di bawah naungan PT Catur Putra.

Mereka hendak berwisata arung jeram ke Cikidang, Sukabumi. Sebelum menuju Sukabumi, rombongan karyawan berkumpul di Lido, Bogor.

”Dari Bogor menuju Cikidang. Mereka mengambil rute di Bantarselang, Cikidang,” kata Nasriadi dihubungi iNews, Sabtu (8/9/2018),

Menurut Nasriadi, rombongan karyawan ini menggunakan empat minibus. Dari jumlah itu, tiga minibus ternyata sudah sampai lokasi wisata dalam kondisi selamat tanpa kurang suatu apa pun. Sementara, kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa ini diduga akibat rem yang tak berfungsi alias rem blong.