press enter to search

Sabtu, 15/12/2018 13:58 WIB

18 Orang Ditangkap Karena Mengambil Paket Narkoba di Kantor Pos Pasar Baru

| Senin, 10/09/2018 19:31 WIB
18 Orang Ditangkap Karena Mengambil Paket Narkoba di Kantor Pos Pasar Baru Jajaran Polda Metro Jaya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta dan PT Pos Indonesia Kantor Besar Pasar Baru memaparkan hasil pencegahan penyelundupan narkotika di Jakarta, Senin, 10 September 2018. Sebanyak 18 tersangka diamankan dari delapan kasus pengiriman narkotika dengan negara asal Etiopia, Belanda, Taiwan dan India. (Megiza Asmail - Anadolu Agency)

JAKARTA (aksi.id)  - Sebanyak 18 orang tersangka diamankan saat menerima paket berisi berbagai jenis narkotik di Kantor Pos Besar Pasar Baru, Jakarta, dalam kurun waktu Januari hingga akhir Agustus 2018.

Pencegahan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pos Indonesia dan Polda Metro Jaya itu mengamankan narkotik jenis Methamphetamine, Ekstasi, Daun Khat, Ketamine dan Happy Five yang dikirimkan dari Ethiopia, Belanda, Taiwan dan India.

“Dari Januari hingga Agustus ini pencegahan upaya penyelundupan narkotika melalui media pengiriman yang tersedia, ternyata kami menemukan pengiriman pos masih memiliki risiko yang sangat besar,” ujar Kepala kantor wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta, Oentarto Wibowo, di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, Senin.

Oentarto mengatakan hasil tangkapan ini telah diserahkan kepada Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Dengan temuan delapan kasus ini, Oentarto menilai pengiriman melalui pos masih diandalkan oleh para bandar.

“Di pos masing-masing memang sudah ada pemeriksaan khusus. Kami juga punya beberapa mekanisme screening pengiriman pos. Dengan adanya berbagai modus unik ini membuat kami berpikir apalagi cara yang akan mereka pilih dalam menyelundupkan narkotik,” tutur Oentarto.

Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menambahkan pengungkapan penyelundupan narkotik ini berawal dari informasi yang diterima petugasnya. Namun, screening yang dilakukan Bea Cukai menyempurnakan pengungkapan pengiriman ilegal ini.

“Modus cara penyimpanannya makin lama makin unik. Dari temuan ini saja ada yang dimasukkan ke sol sepatu, ada yang dimasukkan ke dalam kemasan snack biar dianggap paket makanan biasa, sampai yang dikirimkan lewat paket pompa air,” ujar Argo.

Secara rinci, pengungkapan jaringan penyelundup berbagi macam jenis narkotik ke wilayah Jabodetabek dan Banten ini mengumpulkan 719,8 gram Methamphetamine, 50 ribu butir ekstasi, 4 kilogram Ketamine, 4 kilogram Daun Khat, dan 30ribu butir Happy Five.

Pengiriman Daun Khat terungkap ketika petugas mencurigai sebuah paket dari Ethiopia dengan alamat tujuan Jakarta. Kemudian, pengiriman Ketamine berasal dari Belanda dikemas dalam bungkus makanan ringan dan cokelat.

Tidak hanya itu, paket narkotik dari Belanda juga terungkap ketika petugas membongkar paket cokelat dan oatmeal. Di dalam paket tersebut ditemukan 50 ribu butir ekstasi.

Salah satu penyelundupan yang menggunakan modus unik, kata Argo, ditemukan dalam dua paket dari India dengan tujuan Pondok Aren, Tangerang.

Methampetamine seberat 400 gram asal India dikemas di dalam beberapa pasang sandal wanita dan pakaian, sedangkan Methampetamine seberat 319,8 gram lainnya ditemukan dalam pengiriman sebuah paket pompa air.

Untuk pengiriman dari Taiwan paket berisi 30ribu butir pil Happy Five dikirim tanpa menggunakan kemasan yang mencurigakan. “Menariknya itu, ada yang dikirim dengan kemasan tertentu, ada yang dikirim biasa saja,” ujar Argo.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander menjelaskan Etiopia, Belanda, Taiwan dan India terbilang menjadi negara asal yang banyak menyelundupkan narkotik ke Indonesia.

“Beberapa negara lain adalah Jerman dan China. Biasanya mereka memilih mengirim lewat pos karena dari segi biaya murah dan ketepatan waktu,” kata Doni.

Dari hasil penyidikan, kata Doni, 18 tersangka ini bertugas sebagai penerima sekaligus pengedar. Di antara belasan tersangka tersebut pun diketahui berstatus sebagai suami istri.

“Dalam jumlah barang bukti yang diamankan seperti ini tidak mungkin sampai di Jakarta saja. Sangat mungkin dikirim lagi ke Jawa Barat. Dari database yang kami miliki, sebagian dari mereka memang sindikat,” jelas Doni.

Keyword Narkoba