press enter to search

Selasa, 25/09/2018 11:49 WIB

Serikat Pekerja Pelni Serukan Mogok Kerja 14 September-14 Oktober 2018

| Kamis, 13/09/2018 21:43 WIB
Serikat Pekerja Pelni Serukan Mogok Kerja 14 September-14 Oktober 2018 Kapal Pelni melayani masyarakat

JAKARTA (aksi.id) - Serikat Pekerja PT Pelni menyerukan kepada seluruh pegawai perseroan untuk mogok kerja nasional mulai 14 September 2018 hingga 14 Oktober 2018.

Hal itu diketahui dari surat SP Pelni yang ditandatangani oleh Ketua Umum Deden Ginanjar dan Sekjen Kristianto SHL Tobing, tertanggal 29 Agustus 2018 dan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. 

Mogok kerja itu akan dilakukan di seluruh pelabuhan yang disinggahi oleh kapal Pelni. 

"Demi terciptanya kesejahteraan pekerja beserta keluarganya sesuai Program Nawacita untuk marwah Nilai Luhur NKRI yang diamanahkan kepada perusahaan terhadap anomaly/penyimpangan yang sudah tidak manusiawi yang menjadikan Pekerja masuk dalam antrian daftar angka kemiskinan, maka izinkan kami atas nama solidaritas Pekerja untuk melukiskan kenangan terindah melalui Mogok Kerja," demikian tertulis dalam surat tersebut. 

Sebelumnya Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) SP Pelni Ansorullah mengatakan karyawan mengadakan mogok kerja untuk menuntut kesejahteraan karyawan yang terabaikan selama 25 tahun.

"Benar [SP Pelni akan mogok kerja]. Kita menuntut untuk kesejahteraannya karena sudah 25 tahun tidak ada perubahan dari sisi jaminan hari tua pensiunan, penggajian, dan sebagiannya," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (10/8/2018).

"Gaji pokok kita masih di bawah UMR (Upah Minimum Regional), yang paling rendah itu Rp 300 ribu. Itu [posisi] yang paling bawah, grade 15," lanjutnya.

Ansor menyebutkan ribuan karyawan Pelni baik pegawai kapal hingga pegawai darat beserta istri dan anak-anaknya sudah sepakat melakukan mogok kerja ini.

DIRJEN MENGANTISIPASI


Rencana mogok kerja ini, lanjutnya, sudah dibicarakan dengan direksi PT Pelni. Namun, tidak ada tanggapan dari direksi.

"Kita hanya pemberitahuan ke direksi, karena di sini kita sebagai perwakilan pun sudah melakukan banyak mediasi, surat menyurat ke pimpinan kita, tapi tidak ada tanggapan," jelasnya.

Terkait dengan hal itu, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, mengatakan Pelni sudah mengantisipasi hal tersebut. 

"Direksi Pelni sudah antisipasi," kata dia, Kamis (13/9/2018).

Adapun Sekretaris Perusahaan Pelni, Ridwan Mandaliko, belum merespons pertanyaan CNBC Indonesia terkait dengan informasi mogok kerja ini.

Keyword Pelni