press enter to search

Selasa, 25/09/2018 11:48 WIB

4.805 Penumpang Kapal Terdampar di Berbagai Pelabuhan Akibat Superbadai Mangkhut

| Jum'at, 14/09/2018 17:03 WIB
4.805 Penumpang Kapal Terdampar di Berbagai Pelabuhan Akibat Superbadai Mangkhut

MANILA (aksi.id) - Penjaga pantai Filipina (PGC) menyatakan sebanyak 4.805 penumpang terdampar di berbagai pelabuhan akibat superbadai Mangkhut, Jumat (14/9).

Penghitungan PCG pada pukul 8.00 waktu setempat menunjukkan jumlah penumpang yang terlantar tersebar di beberapa pelabuhan di wilayah Bicol, Visayas Timur dan Selatan, Tagalog Selatan, dan barat daya Mindanao.

Otoritas Industri Maritim dan Penjaga Pantai Filipina pun membatalkan seluruh perjalanan kapal di beberapa pelabuhan nasional.

Badai Mangkhut berembus dengan kecepatan angin maksimum 205 kilometer per jam di dekat pusat perimeter kemudian melaju dengan kecepatan hingga 255 kilometer per jam.


Dilansir Inquirer, Topan Mangkhut terpantau sudah mencapai 500 kilometer ddi timur Baler, Aurora, pada pukul 11.00 waktu setempat. Topan itu bergerak ke wilayah barat laut dengan kecepatan 20 kilometer per jam.

Badan Administrasi Pelayanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina menyarankan pelayan dan orang-orang yang memiliki kapal kecil agar tidak berlayar seiring peringatan dini siklon tropis di pantai timur Visayas dan Mindanao.

Topan Mangkhut memasuki Daerah Tanggung Jawab Filipina (PAR) pada Rabu (12/9) sore dan diperkirakan akan melanda daratan Cagayan-Isabela pada Sabtu (22/9) pagi.

Presiden Rodrigo Duterte sudah memimpin rapat komando darurat untuk mempersiapkan Filipina menghadapi Badai Mangkhut, Jumat (14/9).

Sinyal siaga 1 pun diserukan di 26 wilayah di Luzon dan Visayas. Lebih dari empat juta orang di Filipina berada di wilayah yang akan dilewati oleh topan Mangkhut ini.

Menurut Badan Administrasi Pelayanan Bidang Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina sebanyak 16 provinsi di Luzon dan kepulauan Visayas telah mengelurkan peringatan topan Mangkhut dengan tingkat ancaman tinggi.

Ahli Meteorologi CNN, Brandon Miller, mengatakan bahwa Topan Mangkhut lebih besar, lebih kuat, dan lebih berbahaya daripada Florence.

"Setiap wilayah yang terkena topan secara langsung akan merasakan dampak yang lebih signifikan karena ukuran dan intensitas topan super ini," kata dia.

Namun, pesisir timur AS memiliki infrastruktur yang lebih padat dan banyak sehingga kerusakan diperkirakan tidak terlalu parah.

"Oleh karena itu, Florence hampir menjadi topan yang merusak. Namun, Mangkhut menghadirkan ancaman yang lebih serius terhadap kehidupan, mengingat topan ini akan menghantam dengan angin yang lebih kuat, di atas area yang lebih besar, dan memiliki gelombang topan yang lebih tinggi," kata Miller kepada CNN.