press enter to search

Senin, 15/10/2018 23:56 WIB

Ini Pilot Perempuan Pertama yang akan Menerbangkan Pesawat Siluman F-35

Redaksi | Kamis, 20/09/2018 13:46 WIB
Ini Pilot Perempuan Pertama yang akan Menerbangkan Pesawat Siluman F-35 Gina ‘Torch’ Sabric berpose dengan pesawat siluman F-35.

Aksi.id - Sebelum resmi menjadi pilot perempuan pertama Komando Cadangan Angkatan Udara AS untuk salah satu pesawat siluman   tercanggih di dunia, F-35, pengalaman Kolonel Gina ‘Torch’ Sabric sudah seabrek.

Ia pernah menerbangkan 10 airframe dan menghabiskan 22 tahun untuk terbang.

“Keluargaku bisa memberi tahu kalian bahwa aku ingin menjadi pilot pesawat tempur selamanya,” ujar Sabric, seperti dilansir dari  situs resmi 419th Fighter Wing.

Sabric adalah seorang komandan perempuan pertama di 419th Fighter Wing di Hill Air Force Base, Utah.

“AKu selalu terpesona dengan udara dan angkasa,” tambahnya.

Melayani adalah DNA-nya. Tumbuh di Tobyhanna, Pennsilvania, AS, ibunya adalah seorang perawat dan ayahnya seorang perwira polisi.

Meski ia memiliki sejumlah paman yang bertugas di angkatan udara Amerika, tapi perjalanan melihat airshow lokallah yang menjadikannya ingin jadi pilot.

“Ayahku adalah seorang pilot pribadi, jadi ia membawaku ke sebuah pameran dirgantara ketika aku masih kecil, aku melihat pesawat-pesawat itu dan merasa kagum,” tambah Sabric.

Sejak saat itu, ceritanya lagi, ia tahu bahwa ia ingin menjadi pilot.

Ketika remaja, ia dua kali pergi ke U.S. Space Camp di Hunstville, Alabama.

Beberapa tahun kemudian, ia mengikuti jejak ayahnya dengan mendapatkan lisensi pilot pribadi ketika belajar teknik aerospace di Penn State.

 

 

Gina ‘Torch’ Sabric berpose dengan pesawat siluman F-35.
419fw.afrc.af.mil
Gina ‘Torch’ Sabric berpose dengan pesawat siluman F-35.

 

Pada 1995, Sabric pun bergabung dengan Angkatan Udara AS. Sejak itulah ia tidak ragu lagi mengenakan pakaian terbang.

“Jika Anda benar-benag menginginkan sesuatu, Anda harus bekerja (dengan usaha) paling keras untuk mendapatkannya,” katanya.

Sabric membuktikannya dengan dengan menjadi lulusan terbaik saat pelatihan navigasi.

Prestasi itu sontak menjadi pendongkrak pertama kariernya sebagai petugas sistem senjata F-15E Strike Eagle.

Tak hanya itu, ia juga menjadi lulusan terbaik saat pelatihan pilot F-16 Fighting Falcon, T-38 Talon, F-22 Raptors.

Sementara baru-baru ini, ia sukses dalam misi operasi khusus di C-1464 Wolfhound di Duke Field, Florida.

“AKu tidak punya karier terbang yang spesifik,” ujar Sabric tentang beberapa pesawat yang ia terbangkan.

“Aku punya kesempatan untuk bermain-main dengan pesawat dalam misi yang berbeda. Aku pikir itu membuatku menjadi pilot yang lebih baik…,” tambahnya.

Yang lebih membanggakan, tidak banyak pilot tempur perempuan yang ada di Angkatan Udara  AS. Dan hanya ada tiga pilot yang berada di komunitas F-35. (ny/IntisariOnline)