press enter to search

Sabtu, 15/12/2018 13:50 WIB

Dubes Osama Al Shuhaibi: Habib Rizieq Shihab Dilindungi & Dijaga Pemerintah Arab Saudi

| Kamis, 27/09/2018 13:57 WIB
Dubes Osama Al Shuhaibi: Habib Rizieq Shihab Dilindungi & Dijaga Pemerintah Arab Saudi Ratusan Mahasiswa UHAMKA yang tergabung dalam Forum Mahasiswa UHAMKA menegaskan bakal ikut menyambut Habib Rizieq di Bandara Soekarno Hatta

BOGOR (aksi.id) -  Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Al Shuhaibi akhirnya angkat bicara terkait kabar pencekalan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.

Menurut Osama Al Shuhaib, pencegahan terhadap Habib Rizieq sebenarnya bagian dari penjagaan. Pemerintah Arab Saudi, katanya, melindungi tokoh yang menggerakkan aksi 411 dan 212 tersebut. 

"Jadi kalau ada sesuatu yang membuat ketidaknyamanan atau sesuatu yang kurang baik kepada Habib Rizieq, mungkin Arab Saudi lebih menjaga atau melindungi saja," katanya, Rabu (26/9/2018).

Shuhaib menjelaskan bahwa Habib Rizieq berada di Arab Saudi dengan status yang legal. Tidak ada masalah dengan Arab Saudi. "Sampai saat ini Habib Rizieq ada dalam kondisi sehat. Pemerintah Arab Saudi melindungi dan menjaga Habib Rizieq," lanjut Shuhaib.

Anggota GNPF Ulama, Damai Hari Lubis mengapresiasi kebijakan Arab Saudi yang melindungi Habib Rizieq. Penjelasan dubes, kata Damai, menunjukkan bahwa isu adanya kekuatan jahat dari pihak Indonesia kian mendekati kebenaran.

"Ini bukti bahwa ada pihak-pihak yang memang ingin mencelakakan HRS (Habib Rizieq Syihab) dan kita semua tahu siapa pihak yang ingin mencelakakan yaitu pihak yang selama ini telah terbukti menzalimi HRS," ujar Damai Hari Lubis seperti dikutip dari Detikcom.

Di sisi lain, pihak Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi membantah adanya laporan yang mengatakan bahwa pihaknya mencekal Habib Rizieq. Pihak KBRI juga membantah berita yang menyebut bahwa Habib Rizieq dibatasi pergerakannya saat berada di Arab Saudi.

"Soal pencekalan KBRI belum menerima nota verbal pemberitahuan dari Saudi," jelas Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, dilansir CNN pada Rabu (26/9). "Kami menunggu informasi dari pihak Saudi karena yang tahu izin tinggal/visa masih berlaku atau tidak adalah otoritas Saudi. Kami tidak memiliki data tersebut.".

Jika memang pernyataan kuasa hukum Habib Rizieq benar mengenai kesulitan kliennya untuk bermobilitas, Agus menyatakan bahwa pihak KBRI pasti akan diberitahu. "Sampai hari ini KBRI belum terima nota resmi dari Kementerian Luar Negeri Saudi. Kalau ada WNI kita ditangkap atau kena masalah hukum, pasti Saudi kirim nota ke KBRI," tegas Agus.

Terkait sulitnya Habib Rizieq untuk melakukan ceramah yang juga dipermasalahkan oleh kuasa hukumnya, Agus menambahkan bahwa Arab Saudi memang memberlakukan hukum yang ketat soal berorganisasi. Menurutnya, kegiatan seperti ceramah baru bisa dibebaskan jika dilakukan di wilayah KBRI.

"Ceramah di Saudi memang tidak sebebas di Indonesia. Kami yang punya kekebalan diplomatik saja tidak bisa seenaknya mengumpulkan orang banyak lalu kita ceramah di wilayah otoritas Saudi," terang Agus. "Kecuali kegiatan itu dilakukan di dalam kompleks KBRI, baru kita bisa sebebas-bebasnya mengumpulkan WNI untuk ikut ceramah dan lain-lain.".