press enter to search

Sabtu, 15/12/2018 16:30 WIB

Kisah Pilu Seorang Pria 7 Bulan Tertahan di Bandara Kuala Lumpur

Redaksi | Rabu, 03/10/2018 11:33 WIB
Kisah Pilu Seorang Pria 7 Bulan Tertahan di Bandara Kuala Lumpur Hassan al-Kontar, laki-laki Suriah yang tertahan di bandar udara Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

KUALA LUMPUR (aksi.id) – Hassan al-Kontar, laki-laki Suriah yang tertahan di bandar udara internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, selama hampir tujuh bulan sudah dipindahkan dan sekarang berada di tahanan polisi.

“Para penumpang yang berada di area boarding mestinya langsung masuk ke pesawat, tapi ia tidak melakukan hal yang semestinya dilakukan,” kata Mustafar Ali, kepala imigrasi Malaysia, hari Selasa (02/10).

“Ia berada di area terlarang dan kami harus mengambil langkah yang kami rasa perlu,” jelasnya.

Ali menjelaskan al-Kontar akan diserahkan ke bagian imigrasi setelah selesai menjalani interogasi polisi.

“Kami akan menjalin kontak dengan kedutaan Suriah terkait proses deportasi dirinya,” katanya.

Sejauh ini tidak ada keterangan mengapa baru sekarang al-Kontar dipindahkan dari bandara dan diserahkan ke polisi. Belum diketahui pula di mana persisnya ia ditahan.

Upaya untuk menghubungi al-Kontar melalui pesab Whatsapp belum mendapatkan jawaban.

Al-Kontar meninggalkan Suriah untuk menghindari wajib militer dan ketika perang saudara pecah di negara tersebut menolak untuk pulang.

Sebelumnya ia mencoba untuk mendapatkan suaka di negara ketiga.

Al-Kontar bekerja di bidang asuransi di Uni Emirat Arab ketika perang pecah di Suriah pada 2011.

IMG_20181003_000914

Ia tak bisa memperpanjang paspor karena ia tidak menyelesaikan wajib militer di Suriah. Ia menolak kembali ke Suriah karena khawatir akan ditangkap atau dipaksa masuk ke dinas militer.

Situasi ini membuatnya bertahan secara ilegal di Uni Emirat Arab. Pada 2016 ia ditahan.

Pada 2017 ia berhasil mendapatkan paspor baru namun ia deportasi ke Malaysia, satu dari sedikit negara yang membolehkan warga Suriah masuk dengan visa kedatangan.

Saat masuk ke Malaysia ia mendapatkan visa turis selama tiga bulan.

Hassan al-Kontar bertahan hidup dengan menggantungkan diri dari sumbangan makanan staf bandara.

Saat visa ini habis ia mencoba terbang ke Turki namun tak dibolehkan boarding.

Ia terbang ke Kamboja namun dikirim balik dan sejak itu ia menetap di area kedatangan, dengan menggantungkan diri pada sumbangan makanan dari staf bandara.

Laki-laki berusia 36 tahun ini mencoba mendapatkan suaka di Ekuador dan Kamboja namun gagal.

Ia aktif di media sosial dan menggambarkan dirinya dalam situasi ketidakpastian hukum.

Informasi yang diperoleh BBC menyebutkan ia berencana mendapatkan suaka dari pemerintah Kanada dengan bantuan beberapa relawan.

Namun sebelum suaka ia dapatkan, ia ditahan oleh polisi Malaysia.

(moy/sumber: BBC Indonesia).