press enter to search

Selasa, 16/10/2018 23:04 WIB

Dato Sri Tahir `Crazy Rich Surabayan` Kirim Makanan Cepat Saji Ke Palu Pakai Jet Pribadi

Redaksi | Jum'at, 05/10/2018 11:13 WIB
Dato Sri Tahir `Crazy Rich Surabayan` Kirim Makanan Cepat Saji Ke Palu Pakai Jet Pribadi BUS TINGKAT - Pendiri Mayapada Grup, Dato Sri Tahir secara resmi menyerahkan bantuan dua bus tingkat (double deck) kepada Pemkot Surabaya yang diterima Walikota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota, Kamis (12/7).

JAKARTA (aksi.id) - Pendiri sekaligus CEO Mayapada grup Dato Sri Tahir memiliki kisah inspiratif yang dapat kita teladani.

Pria kelahiran Surabaya 26 Maret 1952 ini masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia dan dijuluki sebagai `Crazy Rich Surabayan`.

Dirinya mengelola harta miliknya untuk kemanusiaan dan membagikan dengan saudara yang membutuhkan.

Dilansir Tribun Video dari Intisari, Tahir memberi bantuan untuk korban gempa Palu dan Donggala dengan mengirimkan makanan cepat saji McDonald`s dan membagikannya untuk korban gempa.

Ia menuju ke Palu pada Selasa (2/10/2018) dengan menggunakan pesawat pribadinya Global 5000 Tail M JGJV.

Ia mengirimkan makanan cepat saji tersebut lantaran mengikuti arahan Gubernur Sulawesi Tengah yang mengintruksikan para relawan untuk membantu mengirim makanan yang memudahkan korban.

Tahir juga memberikan air mineral dan mie instan, serta akan menyedikan genset, tenda dan kebutuhan lainnya bagi para korban.

Ia juga akan membangun Pasar agar perekonomian masyarakat segera berjalan.

Ketika ditanya berapa nilai bantuan yang diberikan, Tahir enggan menjawab. Tetapi, mengaku mengeluarkan biaya berapapun sampai keadaan di Palu pulih kembali.

Bantuan ini bukan pertama kalinya yang Tahir berikan untuk korban bencana alam, dirinya juga memberikan bantuan pada korban gempa di Lombok beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia juga pernah menyumbangkan Rp25 miliar ke pengungsi Palestina dan Suriah serta mengeluarkan Rp1,1 triliun untuk The Flobal Fund.

Banyak hal yang dapat kita teladani dari seorang Tahir yang boleh dibilang telah memiliki apa yang banyak orang impikan.

Mengutip pernyataannya saat berkunjung ke Yordania pada 2016 lalu, dalamkemlu.go.id. Tahir berkata:

"Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, masyarakat dan bangsa, kekayaan adalah instrument untuk mencapai tujuan akhir: Dimana orang sakit mendapatkan kesembuhan, anak-anak kecil dapat pergi ke sekolah, para pekerja dapat memiliki pekerjaan ,bagi yang lemah menjadi kuat, bagi yang miskin dapat meningkatkan kehidupannya. Saya berharap dapat membantu kehidupan mereka menjadi diberkati dan termasuk orang yang beruntung." (ny/Tribunnews.com)

Artikel Terkait :

-