press enter to search

Selasa, 16/10/2018 23:04 WIB

Kisah Inspiratif Sutopo Lawan Kanker Sambil Update Kabar Bencana

Redaksi | Minggu, 07/10/2018 06:39 WIB
Kisah Inspiratif Sutopo Lawan Kanker Sambil Update Kabar Bencana Sutopo saat melakukan press conference (Foto: Okezone)

JAKARTA (aksi.id)  - Kisah Ketua Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho disorot media asing berkat aksi heroiknya tetap bekerja penuh meski tengah dilanda kanker paru-paru stadium empat.

Dilansir Media Australia, , Sabtu (6/10/18) meski tengah mengidap penyakit kanker, Sutopo terlihat tetap melayani ribuan jurnalis untuk update bencana. Agar wartawan tetap up-to-date, Sutopo mengumpulkan angka korban, menganalisa citra satelit, dan berkoordinasi dengan pihak berwenang - semua dengan tenang sambil berjuang dengan kesehatannya.

Kisahnya itu jadi insiprasi bagi banyak wartawan, baik di dalam maupun luar negeri. Menurut Runi Rompies, seorang jurnalis dari Sydney Morning Herald, Sutopo dapat menjadi teladan bagi orang lain yang sedang berjuang melawan kanker.

Dia inspiratif, masih mengambil beban kerja setiap hari saat berjuang melawan kanker stadium empat dan bekerja seperti biasa," ujar Runi Rompies

Seorang wartawan NHK Jepang, Fransiska Renatta, berbagi pendapat yang sama, menambahkan bahwa Sutopo bukan pejabat komunikasi biasa.

"Dia tidak hanya mengangkat panggilan telepon kami, dia juga memberi kami rincian mengapa bencana itu terjadi," kata Renatta.

Sementara itu, Sutopo sempat mengaku mudah lelah akibat penyakitnya. Namun ia mengaku hal tersebut bukan menjadi halangan untuknya menyampaikan informasi kepada khlayak umum.

“Saya cenderung mudah lelah sejak terkena kanker, di antara penjelasan, saya kadang-kadang perlu duduk dan mengambil nafas. Saya tahu aku harus beristirahat dengan baik, tapi mau bagaimana lagi? Kanker ini membuat lebih sulit untuk tidur, dan selama bencana, saya bisa menggunakan jam-jam malam itu untuk memperbarui segalanya,” jelas Sutopo.

Lebih lanjut, ia juga terbilang sangat terkejut ketika pertama kali didiagnosis mengidap kanker pada Januari kemarin. “Saya pikir ini adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Saya telah menerimanya, saya menerima kanker saya," ungkapnya.

Sutopo bergabung dengan BNPB pada tahun 2010 setelah bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sebagai peneliti dalam Hidrologi dan Konservasi Tanah selama lebih dari 10 tahun. Ia mendapat gelar Sarjana Geografi dan sedang menyelesaikan gelar doctor di bidang Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di Indonesia.

"Saya tidak bisa menyampaikan data tanpa mengetahui 100 persen. Untungnya, saya memiliki kemampuan ini dalam geografi dan geologi," pungkasnya.(ny/Okezone.com)