press enter to search

Kamis, 13/12/2018 08:14 WIB

Djoko Setijowarno: Bus DAMRI Bantuan Ditjen Hubdat Jadi Tumpuan Warga Perbatasan Papua

| Minggu, 07/10/2018 10:51 WIB
Djoko Setijowarno: Bus DAMRI Bantuan Ditjen Hubdat Jadi Tumpuan Warga Perbatasan Papua Bus DAMRI di Jarapura

JAYAPURA (aksi.id) - Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, menyempatkan melihat pelayanan bus DAMRI, yang dibiayai Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan.

Berikut ulasan soal pelayanan bus tersebut, yang dikirim Djoko Serijowarno kepada  Aksi.id dan BeritaTrans.com, Minggu (7/10/2018).

Dari Kota Jayapura (Papua) sudah cukup lama ada layanan angkutan perintis yang diselenggarakan Perum DAMRI.

Bus-bus itu menjadi tumpuan warga untuk mobilitas, baik untuk keperluan berdagang maupun kepentingan bisnis. Bahkan di antaranya dalam rangka mengunjungi sanak keluarga.

Ada lima rute, yaitu Jayapura-Demta (118 km) 2 rit sehari dengan tatif Rp 25 ribu, Jayapura-Arso (122 km 2 rit sehari dengan tarif Rp 50 ribu, Jayapura-Taja Lere (155 km) 2 rit sehari dengan tarif Rp 40 ribu, Jayapura-Skow (53 km) 4 rit sehari dengan tarif Rp 10 ribu dan Jayapura-Depapre Tabalanusu (70 km) dengan 4 rit sehari bertarif Rp 35 ribu.

Ke Demta berangkat jam 07.30 dari Terminal Mesran tiba di Demta jam 011.30.

Menuju Arso jam 08.00 dari terminal Yotefa dan tiba di Arso jam 15.00

Ke arah Taja berangkat jam 07.30 dari Terminal Yotefa dan tiba jam 14.00

Sementara dri Skow berangkat jam 04.30 ke Terminal Yotefa tiba jam 07.00. Dan nanti jam 12.00 berangkat lagi ke Skow. Skow merupakan daerah perbatasan dengan Negara Papua Nugini.

Sedangkan menuju Depapre berangkat dari Terminal Taman Mesran jam 08.00 dan tiba jam 10.00.

Tingkat isian ( _load factor_) ke Demta 25%, Arso 15%, Taja 25%, Skow 22% dan Depapre Tabalanusu sebesar 17%.

Melihat tingkat isian itu, perlu kiranya merubah time table keberangkatan setiap hari tidak dari Jayapura, kecuali yang jarak pendek seperti ke Skow.

Jika keberangkatan dimulai dari Taja Lere, Arso, Demta dan Deprare diperkirakan pengguna Bus Damri bisa lebih banyak. Karena yang membutuhkan layanan bus itu adalah warga yang berasal dari luar Jayapura.

Di sisi lain, bus Damri juga masig mungkin membawa barang dari daerah tersebut yang mungkin dijual di Kota Jayapura.

Selain itu jika ke Jayapura tidak harus menginap, bisa pulang pergi dalam sehari. Lebih hemat.

Untuk kelima rute terssbut dilayani sebanyak 23 armada bus sedang bantuan Ditjen Hubdat, Kemenhub.

Skow di akhir pekan dan hari libur, layanan bisa mendekati PLBM Skow. PLBN Skow sudah merupakan daerah tujuan wisata warga Jayapura atau pendatang singkat yang ke Jayapura.

Belum lagi melewati Kawasan Pasar Koya yang menjual buah-buahan dan sayuran hasil usaha pertanian warga transmigrasi berasal dari Pulau Jawa. Pasti disinggahi warga yang pulang dari Skow.

Untuk menambah pengguna bus umum dan pendapatan harus berinovasi. Mengembangkan angkutan logistik di sekitar Jayapura dan sekitarnta harus mulai dilirik Perum. Damri dalam upaya menaikkan pendapatan dan membantu warga sekitar Jayapura mendapatkan hasil bumi yang lebih murah dari sekarang.

Hal yang sama sudah dilakukan rute Tanjung Selor - Malinau (Kaltara), angkut penumpang dan barang. Tingkat isian sudah di atas 70% dan pendapatan dari angkutan barang bisa di atas Rp 5 juta per bulan..🙏😊