press enter to search

Selasa, 16/10/2018 00:20 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Semarak Sambut Kedatangan Delegasi IMF-World Bank Annual Meetings

| Minggu, 07/10/2018 11:51 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Semarak Sambut Kedatangan Delegasi IMF-World Bank Annual Meetings

TANGERANG (aksi.id) - Walaupun pertemuan  IMF - World Bank Annual Meetings 2018 digelar di Bali, namun sebagian delegasi datang melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka mulai berdatangan melalui bandara tersrbut mulai  4 Oktober 2018 lalu. Dari bandara kelolaan PT Angkasa Pura II itu mereka terbang lagi ke Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali.

Display berupa banner dan poster penyambutan delegasi pertemuan level dunia itu tampak semarak di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami berkewajiban untuk memberikan penyambutan hangat kepada delwgasi, yang melalui Bandara Soekarno-Hatta. Penyambutan ini didesain sedemikian rupa untuk mencerminkan luar biasanya Indonesia," ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com, Minggu (7/10/2018).

Dia menjelaskan petugas PT Angkasa Pura II di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman, siap aktif menyediakan layanan kepada delegasi, termasuk seluruh informasi yang dibutuhkan.

 

 34.000 PESERTA

Sebelumnya Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengemukakan  pertemuan tahunan IMF-WB di Bali, jumlah peserta yang datang terus meningkat menjadi 34.000 orang setelah sebelumnya menyentuh angka 32.000. Angka ini jauh berada di atas perkiraan pemerintah yakni 19.000 orang.

 “Sekarang peserta sudah lebih dari 34 ribu, kita perkirakan tadinya hanya 19.000,” ungkap Menko Luhut saat memberikan arahan kepada 560 orang Liaison Officer (LO) di Bali pada Sabtu (06-10-2018).

Sebagai rinciannya, berdasarkan data tanggal 6 Oktober 2018 Pukul 17:55 WITA, tercatat  13.664 orang mendaftar melalui jalur _Meeting Team Secretariat_ (MTS) dari pihak IMF-WB. Sedangkan pendaftar dari jalur Indonesia _Planning Team_ sebanyak 20.556 orang berdasarkan data di hari yang sama Pukul 14:10. Sehingga total terdapat 34.220 orang peserta.

LO sendiri merupakan personil yang disiapkan pemerintah Indonesia untuk mendampingi para delegasi asing, mulai dari kedatangan di bandara sampai pada kegiatan di seluruh event selama _Annual Meeting_ IMF-WB di Bali.

“Ini momen yang bagus sekali buat kita untuk mempromosikan Indonesia. Tugas kalian adalah meyakinkan mereka bahwa Indonesia ini adalah negara yang besar,” pesan Menko Luhut kepada para ‘duta’ Indonesia tersebut yang sudah diseleksi ketat dari beberapa kementerian dan masyarakat umum. Mereka adalah ujung tombak yang paling dekat dengan para pejabat sekelas menteri keuangan dan gubernur bank sentral berbagai negara.

“Kata kuncinya adalah ‘terintegrasi’ itu yang membuat kita menjadi _credible_,” arahan Menko Luhut meminta para LO untuk menyampaikan cara kerja pemerintah yang terintegrasi dalam menangani berbagai persoalan, mulai dari penanganan bencana alam hingga soal ekonomi.

Khusus mengenai penanganan masalah ekonomi, Indonesia mendapatkan pujian dari Christine Lagarde. “Dia bilang Indonesia ini _absolutely different_. Saya kagum sekali melihat _resilience_ (ketahanan-red) ekonomi Indonesia,” kata Menko Luhut menyampaikan hasil pembicaraannya dengan Managing Director IMF tersebut saat kedatangannya di Bali semalam.

“Karena kalian kompak, karena Presiden-mu memberikan contoh yang bagus, memberikan satu contoh pada negara-negara _emerging market_ lain bagaimana Presiden yang sederhana, tidak ada bisnis dengan pemerintah, fokus pada pekerjaannya, dan memiliki _team work_ yang bagus,” sambung Menko Luhut menceritakan pujian Madam Lagarde terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.

Khusus mengenai persiapan penyelenggaraan rapat IMF-WB di Nusa Dua Bali, Lagarde juga menyampaikan apresiasinya.

“Saya _amazed_ karena kalian mampu mengelola dengan bagus. Belum pernah sepanjang karir saya melihat ada persiapan penyelenggaraan begini besar,” ungkap Menko Luhut menceritakan kembali kata-kata Lagarde.

Di hari ketiga berkantor di Nusa Dua, Menko Luhut terus melakukan pengecekan terhadap detail kesiapan, mulai dari kerapihan infrastruktur, registrasi, sampai masalah keamanan. _Command Center_ Nusa Dua adalah salah satu yang ditinjaunya pada Sabtu sore. Di sini Menko Luhut memastikan kesiapan pengamanan oleh Tim Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian Pengamanan bersama Gubernur Bali, TNI, dan Kepolisian. (awe).