press enter to search

Selasa, 16/10/2018 00:57 WIB

Intra Asia Corpora Siap Setor Modal Rp6,4 Triliun agar Merpati terbang Lagi Tahun 2020

| Senin, 08/10/2018 12:38 WIB
 Intra Asia Corpora Siap Setor Modal Rp6,4 Triliun agar Merpati terbang Lagi Tahun 2020 Pesawat Merpati Nusantara Airlines

JAKARTA (aksi.id0 - PT Merpati Nusantara Airlines ditargetkan dapat beroperasi kembali pada 2020. Persiapan saat ini tengah dilakukan agar Merpati kembali mengudara,

Salah satu persiapan di antaranya adalah dengan ditandatanganinya Perjanjian Transaksi Penyertaan Modal Bersyarat antara Merpati dengan PT Intra Asia Corpora, pada 29 Agustus lalu.

Perjanjian ini menegaskan komitmen Intra Asia Corpora untuk menyetor modal Rp 6,4 triliun dalam 2 tahun agar Merpati dapat terbang kembali.

"Pelaksanaan penandatanganan perjanjian ini merupakan bagian rangkaian kegiatan PT MNA dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang [PKPU] agar dapat menyusun proposal perdamaian yang berisi skema restrukturisasi utang para kreditur sebagaimana putusan Pengadilan Niaga Surabaya," tulis PT Perusahaan Pengelolaan Aset di dalam situsnya, dikutip Senin (8/10/2018).

Lalu, siapakah Intra Asia Corpora? Sebetulnya, perusahaan ini bukan pemain baru di dunia penerbangan nasional.

Intra Asia Corpora yang dinakhodai Kim Johanes Mulia sebelumnya merupakan pemilik dari Kartika Airlines.

Pada 19 Juli 2010, kabar ekspansi Kartika Airlines santer terdengar setelah Kim Johanes Mulia menandatangani pembelian 30 unit pesawat Sukhoi Superjet 100 senilai US$ 840 juta dari Sukhoi Civil Aircraft.

Foto: Detikcom



Lokasi penandatanganan jual-beli pesawat itu pun bertempat di ajang bergengsi yakni Farnborough Air Show 2010.

Dikutip dari situs Kementerian Perhubungan, rencananya Sukhoi itu akan datang 1 unit setiap bulan mulai 2012. Namun, seperti diketahui, saat ini nama Kartika Airlines sudah tidak ada lagi di industri penerbangan nasional.

Kim Johanes Jadi Investor, Merpati Pakai Sukhoi Superjet 100?
Foto: Kim Johanes Mulia (ketiga dari kiri) saat Penandatanganan Perjanjian Transaksi antara PT Merpati Nusantara Airlines dan PT Intra Asia Corpora (ptppa.com)



Kini, geliat Kim Johanes Mulia di industri penerbangan kembali terdengar setelah Intra Asia Corpora ingin mengambil Merpati.

Merpati sendiri saat ini tengah dililit utang lebih dari Rp 10,72 triliun, dan akan menghadapi sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 17 Oktober 2018.

Foto: Merpati Airlines (Istimewa gambar-transportasi.blogspot.com)


Apabila terjadi perdamaian antara Merpati dan kreditur, maka bisa jadi hal itu juga menandakan kembalinya Kim Johanes Mulia ke industri penerbangan nasional.

Kemudian, jika Merpati terbang lagi, apakah pesawat yang dipilih adalah Sukhoi Superjet 100 sesuai dengan selera Kim Johanes Mulia saat menangani Kartika Airlines?

Yang jelas, Suprasetyo yang merupakan mantan Dirjen Perhubungan Udara dan saat ini bergabung di dalam Tim Penyelaras Merpati, mengatakan investor baru memang ingin agar Merpati mengoperasikan pesawat asal Rusia.

(aisha/sumber: cnbcindonesia.com).