press enter to search

Selasa, 16/10/2018 23:36 WIB

Angkot Ber-AC Jak Lingko Siap Diujicoba di Pulogadung-Kota

| Selasa, 09/10/2018 08:43 WIB
Angkot Ber-AC Jak Lingko Siap Diujicoba di Pulogadung-Kota Penumpang di bus Ttansjakarta

JAKARTA (aksi.id) - Tiga angkutan kota (Angkot) yang dilengkapi fasilitas penyejuk udara (AC) akan mulai diujicobakan setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi mengubah nama program OK Otrip menjadi `Jak Lingko.` 

Menurut Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan ujicoba akan dilakukan di rute Pulogadung-Kota. 

"Ujicobanya minggu ini, kami ada tiga mobil yang menggunakan AC. Nantinya semua angkutan secara bertahap akan dilengkapi AC, sementara di jalur OK33 dulu," kata Shafruhan kepada CNNINdonesia.com, Senin (8/10). 

Kata Shafruhan, Organda DKI telah melakukan kesepakatan dengan Pemprov DKI Jakarta. Ada belasan operator yang telah bergabung dengan program Jak Lingko, Budi Luhur, Koperasi Wahana Kalpika, dan Lestari Sukma Gema Persada. 

Selain itu, Puskopau Halim Perdana Kusuma, Kompamilet Jaya, Komilet Jaya, Komika Jaya, Kolamas Jaya, Purimas Jaya, Kojang Jaya, dan PT. Kencana Sakti Transport 

Shafruhan mengatakan program Jak Lingko tak jauh berbeda dengan OK Otrip. "Dulu OK Otrip kan cuma sebatas ujicoba. Tapi intinya sama, masyarakat terintegrasi hanya perubahan nama dibarengi ke depan kendaraannya akan diperbaiki," katanya. 

Setiap kendaraan yang tergabung dengan Jak Lingko wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). 

Shafruhan menuturkan kualitas layanan transportasi pada program `Jak Lingko` itu akan meningkat seiring dengan perubahan nama dari OK Otrip menjadi Jak Lingko. 

"Kualitas sarana berubah, mobil semua diremajkan, pada akhir tahun ini misalnya mobil yang sudah berusia 10 tahun akan diremajakan, tapi tak semua angkutan baru di Jak Lingko," katanya.

OK Otrip merupakan program transportasi satu harga untuk satu kali perjalanan yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. 

Program ini memungkinkan penumpang membayar hanya satu kali bayar sebesar Rp 5.000 (atau Rp 3.500 selama masa ujicoba) untuk kemudian menggunakan berbagai layanan bus kecil hingga Transjakarta. Program ini diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi warga sebanyak 30 persen. 

Kartu yang digunakan dalam sistem pembayaran ini berbeda dengan uang elektronik yang selama ini sudah berlaku. Kartu khusus OK Otrip tersedia dengan harga Rp 40.000. 

Program ini pertama kali diuji coba pada 15 Januari 2018. Uji coba sempat diperpanjang hingga empat kali sampai akhirnya diterapkan hari ini, Senin (1/10). Meskipun penerapannya sudah dimulai, tidak ada perbedaan tarif dengan saat uji coba. 

Anies Baswedan kemudian mengubah nama program OK Otrip menjadi Jak Lingko karena masa ujicoba OK Otrip telah berakhir. 

Menurut Anies, nama program ini diganti karena Pemprov DKI menginginkan nama yang memiliki makna integrasi. Harapannya bukan hanya angkut kecil dan bus transjakarta saja melainkan juga mass rapid transit (MRT) hingga light rail transit (LRT).


Sayembara Logo 

Anies Baswedan mengundang masyarakat Jakarta untuk ikut serta dalam mendesain logo baru untuk Jak Linggo tersebut. 

"Kami ingin mengundang kepada semua warga Jakarta untuk ikut kontribusi di dalam perancangan desainnya, kami bekerjasama dengan asosiasi desain grafis Indonesia (ADGI) untuk men-sayembarakan logo Jak Lingko ini," tutur Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (8/10). 

Untuk teknis pelaksaan sayembaranya, kata Anies, ia meminta PT Transjakarta dan ADGI untuk melakukan koordinasi. 

"Kami berharap akhir Oktober sayembara sudah selesai insyaallah kita bisa umumkan ke publik," ujarnya. 

Kata Anies, menuturkan rangkaian ujicoba OK Otrip yang telah dilakukan sebelumnya telah berjalan dengan baik. Ia berharap dengan perubahan nama OK Otrip menjadi Jak Lingko bisa semakin mencerminkan sistem integrasi transportasi di Jakarta. 

"Bukan saja dengan yang mikro, tapi juga dengan yang medium dan semua antar moda transportasi di Jakarta," kata Anies. 

Ia juga menegaskan tak ada perbedaan sistem antara Jak Lingko dan OK Otrip. Selain itu, sambungnya, kartu OK Otrip yang sudah dibagikan dan digunakan oleh warga Jakarta juga masih tetap bisa dipakai.

"Semuanya yang ada ini dipakai, yang sekarang ada, kartu, fasilitasnya semuanya jalan," ucap Anies.

(lia/sumber: cnnindonesia.com).