press enter to search

Minggu, 16/12/2018 15:15 WIB

Kantor di Yerusalem akan Ditutup, Badan Pengungsi PBB Kecam Israel

| Selasa, 09/10/2018 20:27 WIB
Kantor di Yerusalem akan Ditutup, Badan Pengungsi PBB Kecam Israel

AMMAN (aksi.id) - Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada Selasa mengecam Israel yang berencana untuk menutup kantor-kantor badan di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki.

"UNRWA melaksanakan operasi di bawah kerangka Piagam PBB dan perjanjian bilateral dan multilateral yang masih berlaku serta resolusi yang relevan dari Majelis Umum PBB," kata juru bicara UNRWA Christopher Gunness kepada kantor berita Yordania, Petra.

Dia mengatakan badan pengungsi itu telah diberi wewenang oleh PBB untuk memberikan perlindungan dan bantuan bagi para pengungsi Palestina di wilayah-wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur.

"Keputusan semacam itu sangat tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima,” kata dia lagi.

Pekan lalu, kota Yerusalem Israel mengumumkan rencana untuk menghapus badan PBB dari kota yang diduduki.

Menurut Channel Two Israel, keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini untuk mengakhiri bantuan keuangan kepada UNRWA telah memotivasi Israel untuk mengeluarkan keputusan itu.

Pada September, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Washington "tak akan lagi mendanai" UNRWA.

Selama ini, AS telah menjadi donatur terbesar UNRWA, dengan menyediakan USD350 juta setiap tahunnya - kira-kira seperempat dari keseluruhan anggaran badan itu.

UNRWA yang didirikan pada 1949 menyalurkan bantuan penting bagi para pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Yerusalem masih berada di poros konflik Timur Tengah, karena Palestina mengharapkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.

Sumber: Anadolu Agency

Keyword Palestina