press enter to search

Selasa, 11/12/2018 19:20 WIB

Angkut 70 Penumpang & 28 Kendaraan, Kapal Kirana III Tabrakan dengan Tongkang Bermuatan Minyak Sawit

| Selasa, 09/10/2018 21:05 WIB
Angkut 70 Penumpang & 28 Kendaraan, Kapal Kirana III Tabrakan dengan Tongkang Bermuatan Minyak Sawit Kapal Kirana III

SAMPIT (aksi.id)  - Kecelakaan air terjadi muara Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, antara Kapal Motor (KM) Kirana III yang bermuatan penumpang dan kendaraan dengan sebuah tongkang bermuatan minyak kelapa sawit.

"Saat kejadian, angin kencang dan arus cukup kuat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penumpang dan kru kapal tidak ada yang terluka," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, Baslan di Sampit, Selasa (9/10/2018).

Kecelakaan itu terjadi pada dini hari tadi sekira pukul 02.00 WIB. Saat itu sungai sedang surut sehingga tongkang bermuatan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dengan tugboat Buana Pela 3 milik PT Jasindo Jaya Pasifik dengan agen di Sampit PT Usda Seroja Jaya, kandas di sekitar muara.

KM Kirana III yang sebelumnya berangkat dari Surabaya, sudah hendak masuk ke muara Sungai Mentaya. Kapal roll on roll off (roro) milik PT Dharma Lautan Utama itu mengangkut 70 penumpang dan 28 kendaraan.

Sebelum masuk muara, nakhoda KM Kirana III sudah berkali-kali memberitahukan bahwa mereka akan masuk muara. Namun karena sungai surut, tongkang yang hendak menuju Gresik itu juga tidak bisa beralih posisi sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

"Kami belum menyimpulkan siapa yang salah dan seperti apa karena kejadian ini masih diselidiki. Kami berupaya memediasi antara keduanya," kata Baslan seperti dilansir Antara.

Akibat kejadian itu, KM Kirana III rusak parah pada bagian depan atau haluan kiri kapal, sementara tongkang juga mengalami kerusakan. Setelah dipastikan masih memungkinkan bergerak, KM Kirana III diizinkan merapat ke Pelabuhan Sampit untuk menurunkan penumpang dan kendaraan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan cukup besar. KM Kirana III tidak diizinkan beroperasi mengangkut penumpang. Kapal itu hanya diizinkan bertolak jika hendak melakukan perbaikan, misalnya ke Surabaya.

"Dengan tidak beroperasi selama perbaikan, tentu ini juga menjadi kerugian bagi perusahaan. Perbaikannya mungkin bisa lebih dari satu bulan dengan biaya bisa lebih dari Rp1 miliar," kata Baslan.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Saat ini pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui kronologis secara rinci terkait kecelakaan tersebut.

Manajer PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto, menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kapal tersebut mengalami kerusakan.

"Lumayan (kerusakannya) tapi tidak apa-apa. Rencana ada perbaikan di Sampit. Alhamdulillah tidak sampai ada korban," demikian Hendrik.

(lia).