press enter to search

Jum'at, 16/11/2018 00:42 WIB

Kapal Ferry Mitra Nusantara Kandas di Perairan Merak

| Kamis, 11/10/2018 21:48 WIB
Kapal Ferry Mitra Nusantara Kandas di Perairan Merak KMP Mitra Nusantara yang kandas di Perairan Merak. (Foto: TitikNOL)

 

 
 
 
 

MERAK (aksi.id) - MERAK, TitikNOL - KMP Mitra Nusantara kandas di Perairan Merak, Kota Cilegon. Akibatnya, para penumpang berjam-jam terkatung di atas kapal.

Informasi yang dihimpun, kandasnya kapal penyeberangan Merak - Bakauheni itu terjadi sekira pukul 15:00 WIB. Kapal itu kandas setelah lepas sandar dari dermaga VI Pelabuhan Merak dan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

"Kapal itu habis muat di dermaga VI Pelabuhan Merak dan mau berangkat ke Bakauheni. Tapi kapal tiba-tiba kandas di perairan Merak, tidak jauh dari Pulau Merak Besar," kata salah seorang warga, Aad di lokasi kejadian, Kamis (11/10/2018).

Para penumpang di atas KMP Mitra Nusantara pun terkatung-katung selama berjam-jam. Mereka menunggu dievakuasi kembali ke Pelabuhan Merak.

Salah seorang penumpang mengatakan, dirinya sudah satu jam lebih terlantar lantaran kapal kandas.

"Udah satu jam lebih, dari jam 3 sore kandasnya," katanya sambil berteriak dari atas kapal.

DIEVAKUASI TUGBOAT

Setelah dievakuasi tugboat milik PT Pelindo II, kapal langsung disandarkan di Dermaga II. Sementara muatan kapal dipindahkan ke dermaga III untuk melanjutkan perjalanan ke Bakauheni.

“Ada 27 kendaraan terdiri dari 6 sepeda motor, 9 mobil pribadi, 3 pickup, 3 truk sedang, 3 truk besar dan 4 tronton. Enggak ada penumpang pejalan kaki. Semuanya kita pindahkan ke dermaga III, dan kapal kami engkerkan untuk diperiksa takut ada kebocoran,” katanya.

MATIKAN MESIN

Pihak perusahaan pelayaran PT Prima Eksekutif selaku operator Kapal Motor Penumpang (KMP) Mitra Nusantara yang mengalami kandas tak lama setelah bertolak dari dermaga enam di Pelabuhan Merak mengungkapkan bahwa sebelum akhirnya kandas di depan perusahaan galangan kapal PT Timas Merak, kapal tersebut dalam kondisi mati mesin.

Kepala Cabang PT Prima Eksekutif, Achmad Riyanto mengatakan matinya mesin kapal bermuatan 27 kendaraan berbagai jenis itu sengaja dilakukan dilakukan nahkoda agar tidak terjadi kerusakan serius pada sejumlah bagian kapal.

“Jadi penyebab kandasnya itu karena saat kapal keluar mundur dari dermaga enam, tiba-tiba ada angin (kencang) dari samping, makanya mesin langsung dimatikan. Karena kalau (mesin kapal) tidak dimatikan, maka propeller (baling-baling kapal) kita yang bisa rusak, cari amannya begitu. Nanti barulah ditarik sama tug boat, karena begitulah pula standar keselamatan kita. Jadi kalau dari mesin tidak ada masalah,” ujar Riyanto dalam keterangan persnya, Kamis (11/10/2018).

Keyword Kapal Kandas