press enter to search

Minggu, 16/12/2018 15:45 WIB

Soyuz dan Kegagalan Misi Antariksa Lainnya

| Jum'at, 12/10/2018 01:10 WIB
Soyuz dan Kegagalan Misi Antariksa Lainnya

WASHINGTON (aksi.id) - Seorang astronaut Amerika Serikat dan kosmonaut Rusia terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah roket Rusia Soyuz mengalami gangguan teknis tidak lama setelah diluncurkan, hari Kamis (11/10).

Tadinya Nick Hague dan Alexey Ovchinin -demikian nama dua antariksawan tersebut- dijadwalkan menjalani misi menuju stasiun ruang angkasa internasional ISS.

Namun, tidak lama setelah lepas landas dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, Hague dan Ovchinin melaporkan ada masalah pada pendorong roket.

Mereka terpaksa melakukan "penurunan balistik", kapsul mereka mendarat beberapa ratus mil arah utara Baikonur.

Kedua orang ini kemudian ditolong tim penyelamat.

"Tim pencarian dan pemulihan mencapai tempat pendaratan pesawat angkasa luar Soyuz dan melaporkan kedua anggota awak ... dalam keadaan baik dan telah keluar dari kapsul," kata badan angkasa luar Amerika Serikat, NASA.

Rusia menyatakan telah menghentikan sementara semua penerbangan berawak berikutnya dan pada saat yang bersamaan menggelar penyelidikan untuk mengetahui masalah yang terjadi.

Livestream NASA memperlihatkan Hague dan Ovchinin terguncang saat masalah terjadi.Hak atas foto NASA
Livestream NASA memperlihatkan Hague dan Ovchinin terguncang saat masalah terjadi.

 

Peluncuran sepertinya berjalan lancar, tetapi sekitar 90 detik kemudian, NASA lewat livestream-nya melaporkan masalah sepertinya terjadi terkait dengan roket peluncur pada tahap pertama dan kedua ketika berpisah.

Rekaman video dari dalam kapsul memperlihatkan kedua pria tersebut terguncang saat masalah terjadi.

Tidak lama kemudian, NASA menyatakan mereka melakukan "penurunan balistik" yang berarti kapsul mereka bergerak turun pada sudut yang lebih tajam daripada keadaan normal dan kemungkinan mengalami kekuatan gravitasi yang lebih keras, karena percepatan yang terlalu tinggi.

Kapsul terpisah dari roket yang bermasalah dan kemudian mengeluarkan parasut untuk memperlambat penurunan.

Mereka sepertinya tidak mengalami cedera.

Tim pencarian dan penyelamatan segera berada di tempat kejadian, 500 km timur laut Baikonur, dekat kota Dzhezkazgan, Kazakhstan.

Mereka melaporkan Hague dan Ovchinin dalam keadaan hidup dan baik.

soyuz

"Sistem penyelamatan darurat berfungsi, pesawat dapat mendarat di Kazakhstan... awak dalam keadaan hidup," demikian cuit badan angkasa luar Rusia, Roscosmos.

NASA menyatakan mereka dalam keadaan baik. Mereka dilaporkan tidak memerlukan perawatan kesehatan.

NASA menambahkan kedua pria tersebut telah dibawa ke Gagarin Cosmonaut Training Centre di luar Moskow dan "keadaan mereka diawasi dengan seksama".

Apa yang terjadi sekarang?

Wakil Perdana Menteri Rusia, Yuri Borisov mengatakan misi berawak tidak akan dilakukan "sampai kami meyakini keamanan terjamin secara keseluruhan".

Dia menolak pandangan bahwa hal ini dapat merusak hubungan AS dengan mengatakan mereka menyadari bahwa "industri teknologi tinggi terkait dengan risiko", tetapi dia menambahkan, "Kami sudah pasti tidak menyembunyikan alasan, itu tidak biasa dalam keadaan seperti ini."

Awak yang telah berada di ISS tidak akan dipengaruhi misi gagal pada hari Kamis ini, lapor kantor berita TASS Rusia, dengan mengutip sebuah sumber yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan mereka masih memiliki cukup pasokan.

soyuz, rusiaHak atas fotoAFP
Image captionNick Hague dan Alexey Ovchinin melaporkan masalah pada pendorong roket.

 

Kejadian hari Kamis ini diperkirakan adalah kegagalan peluncuran pertama peluncur Soyuz Rusia sejak misi Soyuz dihentikan pada tahun 1983.

Roket tidak berfungsi tidak lama setelah peluncuran dan kendaraan awak diluncurkan untuk mengamankan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, program angkasa luar Rusia menghadapi sejumlah masalah teknis - 13 kali sejak tahun 2010.

Tahun lalu terjadi kehilangan kontak dengan bagian atas roket Fregat Soyuz yang membawa satelit cuaca baru dan 18 satelit sekunder.

Sebelumnya pada tahun 2017, paling tidak sembilan dari bawaan 73 satelit dilaporkan "mati saat tiba atau sangat rusak" setelah terpisah dari kendaraan Soyuz-2.1.

Pada bulan Agustus, sebuah lubang muncul di kapsul Soyuz yang telah menempel di modul ISS sehingga menyebabkan kehilangan tekanan udara untuk sesaat dan harus ditambal.

Saat itu Rusia menyatakan lubang dibor secara "sengaja".

Salah satu kejadian yang paling serius tetapi tidak mematikan terkait dengan misi AS adalah Apollo 13 ke Bulan pada tahun 1970.

Tangki oksigen meledak dua hari setelah peluncuran menyebabkan kehilangan kekuatan dan membuat misi harus dibatalkan. Awak berhasil melakukan perbaikan dan kembali ke bumi enam hari kemudian.

Meskipun misi angkasa luar sering kali mengalami masalah teknis, tetapi jatuhnya korban jarang terjadi:

  • 2003: Tujuh astronaut meninggal ketika pesawat ulang alik Columbia meledak saat masuk kembali ke atmosfir Bumi karena kerusakan tameng suhu
  • 1986: Tujuh astronaut tewas ketika tangki bahan bakar pesawat ulang alik Challenger meledak setelah lepas landas karena masalah segel roket peluncur
  • 1971: Tiga awak pria di Soyuz 11 sesak nafas karena kebocoran udara setelah melepaskan diri dari stasiun angkasa luar Salyut 1. Mereka ditemukan meninggal di dalam kapsul setelah mendarat
  • 1967: Kecelakaan Soyuz 1 di mana satu kosmonaut meninggal saat parasut pesawat angkasa luar untuk memperlambat penurunan, menjadi kusut.

 

Sumber: BBC Indonesia.

Keyword Astronot