press enter to search

Selasa, 16/10/2018 00:42 WIB

Ikatan Alumni Ahli Lalin Roadshow Wujudkan Transportasi Tanpa Kecelakaan

Redaksi | Jum'at, 12/10/2018 13:01 WIB
Ikatan Alumni Ahli Lalin Roadshow Wujudkan Transportasi Tanpa Kecelakaan katan Alumni Ahli Lalu Lintas (IKAALL)

IMG-20181011-WA0051

BANDUNG (Aksi.id) – Ikatan Alumni Ahli Lalu Lintas (IKAALL) melakukan roadshow untuk wujudkan transoportasi tanpa kecelakaan (zero accident). Kali ini dilakukan di wilayah Jawa Barat.

Ketua Umum Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD, MM, IPM., merasa prihatin dan menjadikan roadshow sebagai salah satu program kerja IKAALL.

“Memang masih sangat sulit menuju zero accident, tapi kalau angkutan umum (Bus) rasanya lebih mudah, hal ini dikarenakan Bus umum manajemen pengelolaannya masih bisa dikendalikan dan pengemudinya juga lebih mudah diberikan pembelajaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujar Haris saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja ke Pengda IKAALL Jawa Barat di Bandung. Kamis, (11/10/2018).

Seluruh jajaran Pengurus Daerah IKAALL Jawa Barat antusias menyambut Ketum IKAALL yang didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Hukum, Dik Dik Sadikin dan Manager Eksekutif Maria Retno Wahyuningsih.

Haris menjelaskan bahwa kunjungan ini selain untuk silaturahmi, juga dalam rangka sinkronisasi kegiatan MUSDA IKAALL Jabar yang akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2018. Selain itu mensosialisasikan delapan Pilar Program Kerja organisasi.

Ketua Panitia Musda IKAALL Jabar Asep Kurnia melaporkan, bahwa Musda akan dihadiri 285 Alumni yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan Musda IKAALL Jabar, akan dirangkaikan juga dengan kegiatan Seminar Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Rel di Kawasan Bandung Raya, dengan narasumber tunggal Ketua Umum DPP IKAALL, yang juga merupakan Akademisi sekaligus Praktisi Transportasi.

“Kami senang karena Ketum langsung action, dan tentu silaturrahim ini akan kita jaga dan intensifkan,” ungkap Asep.

DPP IKAALL dan Pengda IKAALL Jabar, sepakat melaksanakan sinergi program pada saat berlangsungnya Musda, berupa “Deklarasi Bersama” tentang Penerapan Standar Kompetensi Awak Bus Menuju Zero Accident 2023.

Dalam deklarasi tersebut, IKAALL ingin memobilisasi gerakan transportasi berkeselamatan secara nasional khususnya kendaraan bus.

“Kenapa bus yang dipilih, karena jika jenis kendaraan ini terlibat dalam kecelakaan lalu lintas bisa menelan korban yang cukup banyak,” imbuhnya.

Kita ingat dalam kurun waktu 2012-2018, terdapat 9 kecelakaan bus maut yang merenggut korban meninggal dunia sampai dengan total lebih dari 100 orang.

Terakhir kecelakaan bus di Tanjakan Emen Subang merenggut korban meninggal dunia sampai dengan 26 orang, pada bulan Februari 2018. Total ada 6 kecelakaan dari 9 kecelakaan bus maut tersebut berada di wilayah Jawa Barat.

“Evaluasi akan dilakukan setiap tahun sampai dengan mencapai zero pada tahun 2023, dan gerakan ini akan diselenggarakan disetiap provinsi dan Pengda IKAALL setempat yang akan menginisiasi kegiatan ini,” tutur Haris. (omy/adinda)