press enter to search

Minggu, 25/08/2019 20:20 WIB

Badai Michael Nyaris Lenyapkan Florida dari Peta

| Sabtu, 13/10/2018 13:05 WIB
Badai Michael Nyaris Lenyapkan Florida dari Peta

FLORIDA (aksi.id) - Badai Michael yang menerjang daratan sebuah kota pantai di Florida, Amerika Serikat,  bagaikan "induk dari segala bom", nyaris melenyapkan kota itu dari peta, kata para pejabat.

Badai menerjang masuk ke pantai barat laut negara bagian itu dekat Pantai Meksiko pada Rabu dengan angin berkecepatan 250km/jam.

Badai yang tergolong salah satu yang paling kuat dalam sejarah AS itu, telah menewaskan 16 orang, dan dicemaskan jumlah korban akan meningkat.

Tim penyelamat `masih belum bisa menjangkau beberapa daerah yang mengalami kerusakan paling berat,` kata seorang pejabat dinas darurat.

Belum dilaporkan adanya korban dari Mexico Beach, tetapi tim penyelamat belum melakukan pencarian menyeluruh atas daerah yang mengalami kehancuran di sana.

Sementara itu, lebih dari 1 juta rumah di Florida, Alabama, Georgia, Virginia, dan Carolina, masih mengalami pemutusan aliran listrik .

Badai Michael ini hanya kurang 3 km/jam kecepatannya dari badai kategori lima, menghancur-leburkan seluruh kawasan itu sebelum bergerak ke laut pada Jumat pagi.

Angin kencang dan air bah menyapu rumah-rumah tepi pantai dan mencerabutnya dari fondasinya, memecahkan perahu-perahu berkeping-keping dan menjungkir-balikkan kereta api barang lebih dari 30 ton tak ubahnya mainan.

Seorang penduduk Mexico Beach tampak menangis dalam gambar yang terekam CNN: ia bahkan kesulitan menemukan jalan tempatnya tinggal, lebih-lebih rumahnya.

Tom Bailey, mantan walikota di sana, mengatakan kepada New York Times: "Induk dari semua bom sekali pun tak akan mampu menimbulkan kerusakan lebih dari ini."

Sekitar 285 orang dari kota berpenduduk 1.000 orang itu tidak mematuhi perintah evakuasi wajib dan memilih tetap tinggal untuk menunggu berlalunya badai.

Sebuah perusahaan asuransi, Karen Clark & Company, memperkirakan badai Michael menyebabkan kerugian sekitar $8 milyar (Sekitar Rp120 triliun).

Banjir bandang menghantam kota-kota besar di Carolina Utara, Charlotte, Raleigh, dan sebagian Virginia. Polisi mengatakan diperkirakan ada lima tornado di Virginia.

Personel Angkatan Darat AS menggunakan alat-alat berat untuk menyingkirkan pohon yang tumbang agar tim penyelamat dapat menjangkau setiap penduduk yang terjebak.

Dalam upaya pencarian, petugas Federal Emergency Management Agency (Fema) menggunakan pula anjing, drone dan GPS.

Banjir menghancurkan 1.000 rumah di Port St Joe, sebuah kota kecil tidak jauh dari Mexico Beach.

Jumlah orang yang menghuni tempat-tempat penampungan darurat diperkirakan mencapai 20.000, kata Palang Merah Amerika.

Korban tewas sejauh ini 16 orang, tersebar di negara bagian North Carolina, Georgia, Florida dan Virginia.

Di North Carolina, seorang tewas ketika sebatang pohon jatuh di mobilnya, sementara dua lainnya tewas ketika mobil mereka dihantam pohon yang diterjang angin kencang.

Sarah Radney yang berusia sebelas tahun, yang mengunjungi kakek-neneknya di Seminole County, Georgia, meninggal akibat sebuah carport logam yang diterbangkan angin kencang, menghantam rumah mereka.

Di Virginia, polisi mengatakan tercatat ada empat kasus kematian karena tenggelam - termasuk satu orang yang tenggelam ketika kendaraannya terperangkap dalam banjir bandang di Pittsylvania County.

Gelombang air terlalu menggelora sehingga tim penyelamat tidak bisa menjangkaunya, kata para pejabat.

Ada pula seorang petugas pemadam kebakaran yang meninggal ketika sebuah truk menghantam alat pemadaman kebakaran yang ditanganinya di sebuah jalur jalan yang licin akibat hujan di Hanover County, Virginia, pada Kamis malam.

Sumber: BBC Indonesia.

Keyword Badai Florida