press enter to search

Kamis, 15/11/2018 00:55 WIB

Paul Andreu Arsitek Perancang Bandara Soekarno-Hatta Meninggal Dunia

| Minggu, 14/10/2018 18:34 WIB
Paul Andreu Arsitek Perancang Bandara Soekarno-Hatta Meninggal Dunia Paul Andreu

PARIS (aksi.id) - Di balik mentereng bangunan dan dinamisnya Bandara Soekarno-Hatta melayani pesawat dan penumpang, ada sosok Paul Andreu. Pria asal Perancis ini arsitek pertama, yang merancang bandara kelolaan PT Angkasa Pura II itu.

Tanpa riuh publisitas, pria yang juga merancang bandara-bandara besar lainnya di dunia itu menghembuskan nafas terakhir di usia 80 tahun di Paris pada 11 Oktober 2018.

Lahir di Cauderan, Bordeaux, Gironde, Perancis pada 10 Juli 1938, Paul Andreu sah menjadi seorang arsitek setelah mengenyam pendidikan dan lulus dari Ecole Polytechnique pada tahun 1961.

Dia juga mengenyam pendidikan di Ecole Nationale Superieure des Pont di Chaussees, Perancis dan berhasil lulus tahun 1963. Saat ini Andreu masih aktif bekerja di Aeroports de Paris (ADP) sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara milik Perancis.

Bandara Soekarno – Hatta hanyalah satu dari sekian banyak karya rancangan yang dihasilkan Andreu. Selain Bandara Soetta, dia juga merancang beberapa bandara dunia. Beberapa di antaranya adalah  Ninoy Aquino International Airport (Manila), Shanghai Pudong International Airport (China), Abu Dhabi International Airport, Dubai International Airport, Cairo International Airport, Brunei International Airport, Paris-Charles de Gaulle Airport dan Paris – Orly Airport.

 

 Paris-Charles de Gaulle Airport karya Andreu.

Andreu juga turut mengambil andil dalam pembangunan proyek opera house di China tepatnya di Beijing yaitu Beijing Opera.

Paul Andreu ternyata memang tertarik pada tradisi bangunan lokal. Dia membuat penelitian pada tradisi bangunan lokal tersebut dan mengadaptasinya dalam karya rancangannya, termasuk dalam rancangan desain Bandara Soetta.

Andreu ingin membuat setiap orang yang datang ke Jakarta bisa langsung merasakan kekhasan kota tersebut bahkan mulai dari dalam bandara. Andreu pun memadukan antara bangunan, alam, dan iklim tropis Indonesia yang unik.

Bagi orang yang memahami konsep bangunan, sebetulnya Bandara Soekarno Hatta dibangun dengan anjungan-anjungan yang memiliki berbagai fasilitas.

Salah satunya adalah tempat untuk berkumpul atau berkontemplasi secara berkelompok maupun perorangan yang sangat berbeda dari bandara manapun di dunia.

Paul Andreu rupanya juga tak melupakan unsur Jawa dalam bangunan Bandara Soetta, ia bahkan tetap memasukkan budaya Jawa dan dimensi sosial perkotaan dalam konsep bangunannya.

Di area Courtyard terdapat beberapa anjungan yang diberi sentuhan lanskap khas tropis. Di mana di Courtyard ini ditanami berbagai pohon, semak dan tumbuhan khas tropis.

GANTIKAN BANDARA KEMAYORAN

Bandara Soekarno-Hatta. Foto: twitter @AngkasaPura_2

 

Bandara Soekarno-Hatta  dibangun untuk menggantikan bandara internasional komersial pertama Indonesia, Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Bandara Kemayoran dibangun pada tahun 1940 dan pesawat DC-3 Dakota milik perusahan penerbangan Hindia Belanda Koninklijk Nederlends Indische Luchvaart Maatschapij (KNILM) menjadi pesawat pertama yang mendarat di sana.

Mendaratnya Presiden Prancis Francois Mitterrand di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (SHIA), Tangerang, pada September 1986, menuliskan catatan baru dalam sejarah hubungan diplomatik dengan Indonesia. Itu adalah pertama kalinya kepala negara Prancis berkunjung ke Tanah Air.

Prancis sedikit banyak memiliki kontribusi terhadap bangunan bandara. Purwarupa SHIA diambil dari sistem desentralisasi yang dipakai di Bandara Orly dan Lyon Satolas, juga di Prancis. Tender proyek pembangunan bandara dimenangkan French Aeroport de Paris pada 12 November 1976.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (SHIA) baru sekitar satu tahun dioperasikan ketika Francois Mitterrand tiba di Jakarta. Gerbang utama Indonesia itu dibuka pada 1 Mei 1985 untuk penerbangan domestik terlebih dahulu. Struktur bandara sendiri baru selesai dibangun pada 1 Desember 1984.

(awe).