press enter to search

Kamis, 15/11/2018 01:20 WIB

Lagi, Ada Lubang Peluru di 2 Ruangan Anggota DPR

| Rabu, 17/10/2018 20:49 WIB
Lagi, Ada Lubang Peluru di 2 Ruangan Anggota DPR Peristiwa Senin: salah satu peluru menembus kerudung seorang asisten anggota DPR. Foto: UGC/BBC Indonesia

JAKARTA (aksi.id) - Dua hari usai insiden `peluru nyasar` di dua ruangan anggota DPR, pada Rabu (17/10) ditemukan bekas lubang peluru di dua ruang kantor anggota DPR lain.

Peluru pertama ditemukan di ruang 1008, yang merupakan ruangan kerja Vivi Sumantri Jayabaya, anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat.

Peluru kedua ditemukan di ruang 2003, yang merupakan ruang kerja anggota DPR dari Fraksi PAN, Totok Daryanto.

Namun menurut pemberitaan, peluru-peluru itu sudah ditemukan Selasa (16/10) dan baru dilaporkan hari Rabu ini.

"Di lantai 10, ruangan 1008, ada sobekan di plafon tembok di bawah yang tembus ke lemari," kata Kabiro Pemberitaan DPR Hani Tahapari kepada wartawan.

Sementara di ruang 2003, bekas peluru tampak di sebuah sudut kaca jendela.

"Dari tanda-tandanya, keduanya sepertinya peluru nyasar seperti yang kita temukan di lantai 13 dan lantai 16, Senin kemarin," kata Hani Tahapari.

Sementara itu Totok Daryanto, sedang tidak ada di ruangannya ketika peluru itu ditemukan. Kepada Metro TV, anggota Fraksi PAN itu mengatakan bahwa ruangannya memang berhadapan dengan Lapangan Tembak Senayan.

"Saya kira peluru itu kejadiannya bukan hari ini, saya kira itu dari rangkaian kejadian yang sama, Senin lalu itu," katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan stafnya, bekas peluru baru diketahui Selasa kemarin.

"Staf saya melihat ada retakan di sudut kaca jendela, setelah diperiksa, diyakini itu berasal dari peluru. Tetapi pelurunya tidak masuk. Jadi hanya merusak kaca jendela, dan pelurunya tampaknya mental ke luar jendela," tambahnya.

Vivi Sumantri dari Fraksi Demokrat, mengatakan hal senada.

"Tahunya saat salat Magrib, Selasa kemarin, seorang staf saya melaporkan adanya lubang itu. Kebetulan, hari Senin, saya tidak di ruangan. Nah, baru (Rabu, 17/10) tadi, sekitar jam 9, dicek, ditemukan bekas peluru di lemari itu," kata Vivi Sumantri, dalam jumpa pers di ruang Fraksi Demokrat, bersama Eddy Bhaskoro, Ketua Fraksi Demokrat DPR.

Eddy Bhaskoro alias Ibas yang baru meninjau ruangan 1008 tempat ditemukannya bekas peluru itu mengusulkan "agar lapangan tempat latihan Perbakin dipindahkan, ... dan sementara ini dihentikan dulu kegiatannya," katanya dalam jumpa pers itu.

Polisi masih sedang dalam perjalanan ke lokasi kejadian.

Dalam peristiwa hari Senin polisi sudah menahan dua anggota Perbakin yang diduga sebagai orang yang melepaskan tempakan-tembakan itu, dalam latihan `tembak reaksi` di lapangan tembak Senayan, tak jauh dari Gedung DPR.

"Pelaku insiden itu, anggota Perbakin dari Tangerang Selatan, sudah ditemukan dan akan dilakukan tindakan hukum," kata juru bicara Polri Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa pers saat itu, yang dilakukannya bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Saat itu, peluru menembus ruangan kerja anggota DPR dari Partai Gerindra, Wenny Warouw, dan anggota DPR dari Partai Golkar, Bambang Heri Purnama.

Baik Wenny maupun Bambang Heri adalah anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum dan keamanan.

Gambar-gambar lubang bekas peluru beredar di media sosial.

Sempat muncul dugaan bahwa ini bukan merupakan kecelakaan, namun spekulasi tentang konspirasi politik segera mereda, karena kedua orang anggota DPR itu berasal dari dua partai yang berseberangan dalam pemilihan presiden 2019.

Wenny Warouw dari Partai Gerindra yang mendukung Prabowo Subianto, sedangkan Bambang Heri berasal dari Partai Golkar yang mendukung Jokowi.

Sumber: BBC Indonesia.