press enter to search

Kamis, 15/11/2018 01:26 WIB

Umurnya Baru 40 Tahun, Tapi Perempuan Ini Sudah Melahirkan 44 Anak

| Kamis, 18/10/2018 05:16 WIB
Umurnya Baru 40 Tahun, Tapi Perempuan Ini Sudah Melahirkan 44 Anak Mariam Ngantungzi

UGANDA (aksi.id) - Mariam Ngantungzi, seorang wanita berusia 40 tahun dari Distrik Mukono di Uganda. dia telah dijuluki sebagai wanita paling subur di negara Afrika. Predikat itu muncul setelah dia  melahirkan 44 anak.

Di desa asalnya, Kabimbiri, Uganda bagian tengah, Mariam Nabatanzi dikenal sebagai Nalongo Muzaala Bana (ibu kembaran yang menghasilkan kembar empat) julukan itu diterimanya dengan baik. dia menghabiskan waktunya selama 18 tahun untuk hamil hingga berusia 40 tahun.

Tercatat Mariam telah melahirkan enam pasang anak kembar, empat kali kembar tiga, tiga kali kembar empat, serta beberapa kelahiran tunggal. Dari 44 anak yang dilahirkan ke dunia, 38 orang masih hidup hingga saat ini. Kebanyakan dari mereka masih tinggal di rumah orangtua.

Mariam adalah seorang ibu tunggal, meskipun memiliki keluarga yang besar, entah bagaimana dia berhasil menempatkan cukup makanan di atas meja untuk semua anaknya.

Kehidupan Mariam tidak pernah mudah. Pada usia 12 tahun, dia menikah dengan seorang pria berusia 28 tahun. Pernikahan itu dilakukan setelah dia selamat dari upaya pembunuhan oleh ibu tirinya. dia mengklaim bahwa ibu tirinya itu meletakkan pecahan gelas di dalam makanan dan berhasil membunuh empat saudara kandungnya.

Dia berhasil selamat karena dia sedang pergi saat itu, meski demikian orang tua tirinya masih berhasil menyingkirkannya, dengan menikahi Mariam dengan seorang pria yang jauh lebih tua. Secara fisik sang suami kerap menyiksanya setiap kali mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak dia sukai.

“Suami saya berpoligami dengan banyak anak dari hubungan masa lalunya yang harus aku urus karena ibu mereka tersebar di mana-mana. Dia juga melakukan kekerasan dan akan memukul saya di setiap kesempatan bahkan ketika saya menyarankan ide yang dia tidak suka,” tutur Mariam, sebagaimana dilansir dari Oddity Central dan okezone Kamis (18/10/2018).

Mariam melahirkan anak pertamanya, yang merupakan anak kembar, pada 1994, pada usia 13 tahun. Dua tahun kemudian, dia dikaruniai kembar tiga, dan hampir dua tahun setelah itu, dia melahirkan kembar empat. Meskipun hal itu mungkin tidak biasa bagi kebanyakan orang, Mariam sama sekali tidak merasa aneh, karena dia pernah melihatnya sebelumnya.

Ayahnya memiliki 45 anak dengan beberapa wanita, dr. Charles Kiggundu, seorang ginekolog di Rumah Sakit Mulago, di Kampala, Uganda, mengatakan kepada bahwa penyebab kesuburan ekstrim Mariam kemungkinan besar karena faktor genetik.

“Kasusnya adalah predisposisi genetik untuk hiper-ovulasi (melepaskan beberapa telur dalam satu siklus), yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan memiliki kelipatan,” tegas dr. Charles.

Mariam selalu bermimpi memiliki enam anak, tetapi pada kehamilannya yang keenam, dia telah melahirkan 18 bayi, dan dia ingin berhenti. Dia pergi ke rumah sakit untuk meminta bantuan, tetapi setelah melakukan beberapa tes, dokter kandungan di sana mengatakan bahwa mengganggu kesuburannya dengan cara apa pun akan membahayakan kehidupan.

“Setelah telur yang tidak dibuahi ini berakumulasi, bukan hanya ancaman untuk menghancurkan sistem reproduksi tetapi juga dapat membuat wanita kehilangan nyawa mereka. Saya disarankan untuk terus memproduksi anak karena menunda kehamilan berarti kematian,” tutur dr. Ahmed Kikomeko dari RS Kawempe.

Mariam mencoba menggunakan Inter Uterine Device (IUD) tetapi hal itu justru membuatnya jatuh sakit dan muntah-muntah, hingga hampir meninggal. dia mengalami koma selama sebulan. Pada usia 23 tahun, Mariam sudah memiliki 25 anak. Dr. Kiggundu mengklaim bahwa ada prosedur yang dapat dilakukan untuk mencegah wanita hamil, tetapi mengatakan banyak dari mereka tidak mengetahuinya.

Kesuburan Mariam akhirnya berakhir pada Desember 2016, setelah kelahiran bayi terakhirnya, dia mengklaim dokter telah mengatakan kepadanya bahwa dia telah "memotong rahim saya dari dalam".

Dr Kiggundu mengatakan ini adalah ligasi tuba. Sulit membayangkan seorang ibu membesarkan 38 anak sendirian, tetapi Mariam berhasil melakukannya. Suaminya hampir tidak pernah ada, dan setiap kali dia datang, dia menyelinap di malam hari dan pergi sebelum anak-anak memiliki kesempatan untuk melihatnya.

Charles, 23 tahun, putra sulung wanita itu, mengatakan kepada Daily Monitor bahwa dia terakhir kali melihat ayahnya ketika dia baru berusia 13 tahun, dan beberapa saudara kandungnya juga tidak pernah melihatnya.

“Saya bisa dengan nyaman mengatakan bahwa saudara kami tidak tahu seperti apa ayah itu. Saya terakhir melihatnya ketika saya berumur 13 tahun dan hanya sebentar di malam hari karena dia bergegas pergi lagi,” kata Charles.