press enter to search

Kamis, 15/11/2018 00:15 WIB

Orang Berbadan Lebih Tinggi Lebih Mudah Terkena Kanker Karena Selnya Lebih Banyak

| Jum'at, 26/10/2018 01:07 WIB
Orang Berbadan Lebih Tinggi Lebih Mudah Terkena Kanker Karena Selnya Lebih Banyak

MELBOURNE (aksi.is) - Memiliki tubuh yang tinggi ada manfaatnya, misalnya lebih mudah mengambil barang di tempat tinggi atau lebih mudah melihat di kerumunan massa.

 
  • Orang yang lebih tinggi memiliki lebih banyak sel di tubuh mereka, selain juga kadar protein lebih tinggi tingkat protein membuat sel bisa berubah dan tumbuh
  • Lebih tinggi 10 cm dari rata-rata resiko terkena kanker meningkat 10 persen
  • Analisas baru mengenai data dari penelitian kanker sebelumnya mendukung hal ini
 

Namun ada juga buruknya. Penelitian sekarang mengukuhkan semakin tinggi anda, semakin besar kemungkinan terkena kanker, karena tubuh kita memiliki sel lebih banyak.

Leonard Nunney seorang pakar biologi evolusioner dari University of California, Riverside (AS) sudah melakukan penelitian melihat data mengenai kanker dengan membandingkan jumlah sel dalam tubuh kita dan dampaknya mengenai kemungkinan seseorang terkena kanker.

Dalam laporannya yang dimuat di jurnal Proceedings of the Royal Society B, Nunney menemukan semakin tinggi seseorang semakin banyak sel yang dimiliki, dan karenanya semakin mungkin terkena kanker.

Untuk setiap 10 sentimeter lebih tinggi dari rata-rata, maka resiko mengidap kanker juga naik 10 persen.

Penelitian ini mengukuhkan apa yang sudah disimpulkan dalam penelitian sebelumnya.

"Bila kita membandingkan seseorang yang memiliki tinggi 170 cm dengan seorang pemain bola basket yang memiliki tinggi 210 cm, maka pemain basket itu memiliki resiko dua kali lebih tinggi untuk terkena kanker." kata Profesor Nunney.

Dia juga menemukan orang yang lebih tinggi lebih beresiko terkena kanker kulit (melanoma), dan perempuan khususnya memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker kelenjar gondok.

Namun menurut Prof Nunney ini tidaklah berarti mereka yang memiliki badan lebih tinggi harus panik.

"Kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk tinggi badan, namun kalau anda betul-betul bertubuh tinggi, maka anda harus menyadari hal ini dan bila khawatir, pergilah ke dokter untuk pengecekan." katanya.

"Saya kira ini adalah agar kita lebih awas."

Hubungan antara tinggi badan dan resiko terkena kanker muncul dari penelitian kanker besar-besaran yang dilakukan di Inggris lewat penelitian terhadap lebih dari satu juta perempuan (Million Women project).

"Penelitian itu membuktikan dengan jelas bahwa tinggi badan adalah salah satu faktor." kata Professor Nunney.

"Dan itu tidak saja satu jenis kanker saja. Hampir semua kanker memiliki hubungan dengan tinggi badan."

Jadi apa yang menyebabkan semua itu?

Salah sebuah teori mengatakan bahwa orang yang lebih tinggi memiliki lebih banyak sel.

Dan karena lebih banyak sel, kemungkinan terkena kanker juga lebih besar.

Itulah yang kemudian diteliti oleh Professor Nunney dengan mengkaji data dari proyek Million Women dengan data dari tiga penelitian besar lainya, masing-masing dari Amerika, Eropa dan Korea untuk melihat jenis-jenis kanker yang berhubungan dengan tinggi badan.

Dan dia menemukan hampir semua jenis kanker bertambah dengan semakin tingginya badan seseorang walau ada beberapa pengecualian.

Resiko terkena kanker perut, mulut dan di perempuan kanker mulut rahim (cervical cancer) tampak tidak dipengaruhi tinggi badan.

Namun Profesor Nunney menduga bahwa kanker-kanker jenis tersebut memiliki `pengaruh lingkungan yang sangat kuat` yang menutupi pengaruh tinggi badan.

Sumber: abc.net.au