press enter to search

Kamis, 15/11/2018 00:24 WIB

Mahkamah HAM Eropa: Penistaan Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Bereskpresi

| Jum'at, 26/10/2018 04:39 WIB
Mahkamah HAM Eropa: Penistaan Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Bereskpresi Kantor ECHR. (Foto file - Anadolu Agency)

STRASBOURG (aksi.id) - Pencemaran nama Nabi Muhammad “telah melampaui batas-batas yang diizinkan" dan “dapat menimbulkan prasangka dan membahayakan perdamaian agama”.

Oleh karena itu, Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) pada Kamis memutuskan bahwa penistaan semacam itu telah melanggar batas kebebasan berekspresi yang diizinkan.

Keputusan dari tujuh hakim panel dikeluarkan setelah seorang warga Austria yang diidentifikasi sebagai "Nyonya S" menggelar dua seminar bertajuk "Informasi Dasar tentang Islam" pada 2009, di mana dia membicarakan pernikahan Nabi Muhammad.

Pengadilan Pidana Regional Wina menemukan bahwa pernyataan-pernyataan "S" menyiratkan bahwa Nabi Muhammad memiliki tendensi pedofilia, dan pada Februari 2011 menghukum "S" karena meremehkan doktrin agama. Dia pun didenda EUR80 (sekitar USD547).

"Nyonya S telah mengajukan banding namun Pengadilan Tinggi Wina justru semakin menegaskan bahwa Nyonya S bersalah pada Desember 2011,” jelas pengadilan dalam sebuah pernyataan.

"Sesuai dengan Pasal 10 (kebebasan berekspresi), Nyonya S mengeluhkan bahwa pengadilan domestik gagal memaparkan substansi tuduhan dan mengabaikan hak Nyonya S dalam kebebasan berekspresi," tambah pengadilan. 

Saat mengeluarkan keputusan pada Kamis, ECHR mengatakan bahwa "pengadilan domestik telah meninjau kasus itu dengan komprehensif dan hati-hati".

Pernyataan itu juga menekankan bahwa keputusan itu tidak melanggar Pasal 10 Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa, yang meliputi kebebasan berekspresi.

Sumber: Anadolu Agency