press enter to search

Kamis, 15/11/2018 00:13 WIB

China Izinkan Lagi Cula Badak dan Tulang Harimau untuk Pengobatan & Kegiatan Budaya

| Selasa, 30/10/2018 20:53 WIB
China Izinkan Lagi Cula Badak dan Tulang Harimau untuk Pengobatan & Kegiatan Budaya

BEIJING (aksi.id) - China sekarang memperbolehkan lagi penggunaan cula badak dan tulang harimau untuk bahan pengobatan dan kegiatan budaya.

Namun pencabutan larangan yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun itu dianggap oleh lembaga pelindung satwa seperti WWF akan memimbulkan dampak yang `mengerikan`.

Dewan Negara CHina mengeluarkan aturan baru untuk menggantikan aturan yang ada sebelumnya yang dibuat tahun 1993 yang melarang perdagangan tulang harimau dan cula badak.

Aturan baru masih melarang penjualan, penggunaan, ekspor dan impor barang-barang seperti itu, namun memberikan `perkecualian` seperti digunakan untuk penelitian keilmuwan dan kedokteran, penggunaan di bidang pendidikan dan bagian dari `pertukaran budaya".

"Cula badak dan tulang harimau yang dibesarkan dalam kandang boleh dgunaakn untuk `penelitian kedokteran atau perawatan medis untuk penyakit berat." kata aturan tersebut.

Cula badan dan bagian dari harimau dimasuikkan dalam kategori `barang antik` boleh digunakan dalam `pertukaran budaya`, dengan persetujuan dari pihak berwenang, meskipun barang-barang tersebut tidak boleh dijual di pasar atau dipertukarkan lewat internet.

Aturan baru ini akan mulai diberlakukan 6 Oktober.

Dana Satwa Liar Dunia (WWF) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa langkah yang diambil Beijing ini akan menimbulkan dampak yang `mengerikan secara global` dan `menjadi tamparan besar bagi usaha melindungi harimau dan badak di alam liar."

"Bahkan bila larangan itu hanya untuk digunakan sebagai barang antik dan penggunaan di rumah sakit, namun perdagangan akan meningkat karena akan terjadi kebingungan di kalangan penegak hukum mengenai mana produk yang sah dan mana yang tidak dan ini akan meningkatkan perdagangan produk dari harimau dan badak." kata WWF.

Beijing melarang perdagangan tulang harimau dan cula badak, keduanya barang mahal untuk digunakan dalam obat tradisional China, 25 tahun lalu sebagai bagian dari usaha global menghentikan menurunnya jumlah satwa tersebut di alam liar.

Namun perburuan liar masih marak karena meningkatnya permintaan di China yang dalam 25 tahun juga semakin makmur perekonomiannya.

Peternakan harimau komersial diperbolehkan di China, dan meski penggunaan tulang harimau untuk obat dilarang namun bagian harimau dari peternakan ini sering kali masih digunakan dalam obat minuman dan pengobatan lain.

Kelompok pegiat binatang mengatakan resep obat-obatan tradisional China bisa menggunakan bahan pengganti dari binatang liar lainnya.

Beberapa pejabat China di masa lalu mengatakan pelarangan sepenuhnya penggunaan bahan-bahan dari binatang liar akan mengancam keberadaan obat tradisional China.