press enter to search

Kamis, 15/11/2018 04:58 WIB

Australia Sita Produk Suplemen Olahraga Mengandung Zat Kimia Berbahaya

| Kamis, 01/11/2018 07:01 WIB
Australia Sita Produk Suplemen Olahraga Mengandung Zat Kimia Berbahaya Produk suplemen penurun berat badan menjadi salah satu kekhawatiran ACT Health. (Supplied: Tim Martin)

CANBERRA (aksi.id) - Suplemen olahraga yang mengandung "racun terlarang" dan bahan ilegal telah disita dari sejumlah toko di sekitar Canberra.

Otoritas kesehatan memperingatkan konsumen bahwa beberapa bahan kimia yang terdapat didalamnya berpotensi menimbulkan efek kesehatan serius.

Otoritas kesehatan ACT Health mengetahui adanya penjualan beberapa produk suplemen olahraga ilegal di Canberra ini setelah mendapat informasi dari publik, dan mulai menyita produk berlabel yang mengandung zat seperti modulator reseptor androgen selektif, dan stimulan kimia yang terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke.

Kepala ACT Health Paul Kelly mendesak warga Canberra yang memiliki suplemen olahraga, terutama yang membantu penurunan berat badan, untuk memeriksa daftar bahan suplemen itu.

"Beberapa hal yang telah kami sita telah mengandung klaim bahan kimia pembakar lemak, pembentuk tipe tubuh, dan beberapa di antaranya adalah jenis yang hanya bisa didapatkan dengan resep obat saja, atau memang racun yang dilarang," katanya.

"Ada mitos di luar sana bahwa dalam dosis kecil kandungan kimia itu tidak masalah. Tidak ada bukti seperti itu.

"Beberapa zat ini telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan."

Pihak berwenang menekankan sementara  ilegal bagi toko suplemen untuk memasok zat-zat ini, hal serupa juga ilegal bagi orang untuk memilikinya tanpa resep.

"Pembeli berhati-hatilah, benar-benar memeriksa apa yang ada di dalam suplemen itu," kata Dr Kelly.

"Saya akan menyarankan orang-orang mengunjungi situs web kami ... periksa bahan kimianya, dan jika itu cocok dengan apa yang ada di suplemen anda, maka anda harus berhenti mengkonsumsinya."

ACT Health saat ini sedang menguji sejumlah suplemen berbeda yang disita di laboratoriumnya.

"Selama beberapa bulan ke depan, kami akan membuat keputusan mengenai apakah tindakan penuntutan hukum dapat dilakukan, dan kami akan terus menindaklanjuti temuan ini," kata Dr Kelly.

Sumber: abc.net.au