press enter to search

Kamis, 15/11/2018 00:41 WIB

Noor Inayat Khan Muslimah Mata-Mata Inggris Dalam Perang Dunia II

| Minggu, 04/11/2018 04:43 WIB
Noor Inayat Khan Muslimah Mata-Mata Inggris Dalam Perang Dunia II

DENPASAR (aksi.id) - Penulis Shrabani Basu juga telah menulis `Spy Princess`, yang menceritakan tentang perempuan muda Muslim keturunan India, Noor Inayat Khan, yang menjadi mata-mata Inggris dalam Perang Dunia II. Basu mengangkat tokoh-tokoh ini dan memberikan mereka "kehidupan kedua".

Noor Inayat Khan, perempuan dari keluarga Muslim keturunan Sultan Tipu, salah satu penguasa di India.

Sebelum Shrabani menulis bukunya, belum banyak yang tahu tentang kisah Noor Inayat Khan.

Shrabani "menemukan" Noor ketika dia membaca koran. Di pojok koran tersebut ada foto-foto veteran Perang Dunia II, termasuk foto Noor Khan di pojok, dengan satu kalimat keterangan nama dan bahwa dia mendapat penghargaan George Cross.

Foto itu memicu banyak pertanyaan di kepala Shrabani. "Siapa dia? Dari mana dia berasal? Bagaimana ceritanya? Bagaimana dia bisa terjun ke medan perang? Apakah kisahnya sedramatis kisah Mata Hari? Saya harus mencari jawabannya," kata Shrabani.

Dia pun kemudian mencari informasi lebih lanjut, dan kebetulan, arsip periode tersebut sudah tidak jadi rahasia negara lagi dan dibuka untuk umum. Seluruh kisah Noor pun bisa diungkap melalui dokumen-dokumen tersebut.

"Noor adalah perempuan pemberani. Dia ditawari menjadi mata-mata dengan syarat bahwa dia tidak akan dilindungi, dan kalau tertangkap dia tidak akan diselamatkan, tapi dengan yakin dia menyetujui," kata Shrabani, yang membaca dokumen wawancara Noor sebelum menjadi mata-mata.

Noor sangat cantik, dan itu justru menjadi awal kehancurannya, kata Shrabani.

"Dia dikhianati oleh orang yang cemburu kepadanya, sehingga akhirnya dia ditangkap, dan kemudian dijatuhi hukuman mati," kata Shrabani. Noor ditembak di Dachau, Jerman pada September 1944. Saat itu dia baru 30 tahun.

Meskipun berakhir tragis, mata-mata lainnya biasanya hanya bertahan tiga pekan dalam tugasnya sebelum ketahuan. Noor bertahan 3 bulan. "Jadi sebenarnya dia adalah mata-mata yang jago dalam menjalankan tugasnya," kata Shrabani.

Shrabani mengingat ketika dia membaca arsip-arsip tentang Noor, dia menemukan surat dari saudara laki-laki Noor yang dikirimkan kepada pemerintah Inggris. Surat itu berisi kekhawatiran karena Noor menghilang dan minta izin untuk melakukan pencarian.

Keberanian Noor Inayat Khan

Pendidikan Shrabani Basu di jurusan sejarah dan pengalamannya sebagai wartawan mengajarkannya bagaimana meriset arsip.

Selain itu dia juga selalu melakukan riset di lapangan.

"Sebagai wartawan saya tahu saya tidak bisa hanya mengandalkan arsip. Saya harus pergi ke lapangan, bicara dengan keluarga, mencari lebih banyak lagi materi," kata dia.

Kepuasan yang lebih tinggi dirasakannya akibat buku `Spy Princess`.

Karena buku Shrabani, sebuah tugu peringatan dibangun di London untuk mengenang keberanian Noor Inayat Khan. Ada juga kampanye untuk menjadikan wajah Noor diabadikan di mata uang poundsterling Inggris.

"Buku saya difilmkan adalah sesuatu yang luar biasa, tapi ketika saya tahu bahwa pengorbanan Noor kini diketahui dan dihargai, itu adalah kepuasan tertinggi saya sebagai seorang penulis," kata dia.

Sumber: BBC Indonesia.