press enter to search

Kamis, 15/11/2018 01:18 WIB

Tips Merawat Kulit Bayi Tetap Sehat

Dahlia | Selasa, 06/11/2018 14:02 WIB
Tips Merawat Kulit Bayi Tetap Sehat Foto : istimewa

JAKARTA (aksi.id)  - Perawatan kulit bayi membutuhkan kehati-hatian dan kecermatan karena kulit mereka lebih sensitif. Setidaknya, ada dua tahapan penting yang harus dilakukan secara cermat, yaitu membersihkan dan melembapkan.

"Perawatan pada bayi dan anak ada dua step yang paling esensial, yaitu membersihkan dan melembapkan."

Hal itu disampaikan oleh Dr. Srie Prihianti, Sp. KK, PhD, FINSDV, FAADV ketika menghadiri peluncuran produk perawatan kulit bayi sensitif, Cussons Baby SensiCare di JW Mariott Hotel, Kuningan, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Perawatan khusus perlu dilakukan mengingat kondisi kulit bayi juga berbeda dengan kulit orang dewasa, baik secara anatomi, struktur maupun fungsinya.

Kulit bayi lebih tipis sekitar 40-60 persen ketimbang dewawa dan memiliki struktur ikatan antar sel yang masih longgar.

Ketika ikatan sel longgar, maka apapun yang terkena kulit akan masuk ke dalam tubuh.

"Karena ikatan antar-sel longgar, penguapan juga lebih tinggi. Jadi air yang ada dalam tubuh bis menguap lebih banyak daripada sebelumnya," kata Srie.

Fungsi proteksi kulit bayi juga masih belum matang dalam melindungi organ vital dari lingkungan luar. Fungsi kelenjar minyak dan keringat pun belum optimal. Akibatnya, regulasi suhu tubuh juga belum optimal.

"Karena kondisi-kondisi tersebut, kulit bayi rentan iritasi, alergi dan infeksi. Oleh karena itu bayi membutuhkan perawatan yang lebih khusus dan sesuai," ucapnya.

1. Memandikan bayi

Level air ketika memandikan bayi harus bisa merendam seluruh tubuh. Sebab, suhu tubuh bayi akan turun ketika pakaiannya dibuka sehingga suhu tubuh harus dijaga agar konstan.

Mandikanlah bayi dengan air suam-suam kuku.

"Air harus cenderung lebih hangat supaya dia tidak kaget. Dan jangan lama-lama mandinya, dianjurkan 10-15 menit," tuturnya.

Ketika memilih pembersih (sabun), perhatikan surfaktannya atau pembersih dalam produk sabun. Pilihlah yang mild atau organik.

Memilih produk yang berlabel hipoalergenik juga cenderung lebih aman untuk kulit bayi. Sebab, seringkali yang menyebabkan alergi bukan hanya bahan aktif dalam pembersih, tapi parfum, pewarna atau pengawet.

"Kalau produk sudah menampilkan label hipoalergenik tentu semua bahan sudah memenuhi kriteria," tuturnya.

Selain itu, pastikan pula pH produk pembersih tersebut seimbang agar tidak mengganggu barrier kulit.

2. Melembapkan kulit bayi

Ada tiga cara kerja dari pelembap, yakni oklusif (hanya berfungsi menutup kulit untuk mencegah penguapan air), humektan (menarik air baik dari dalam maupun luar kulit) dan emolien (mengisi celah pada barrier sehingga bisa meningkatkan hidrasi kulit).

Pastikan mengaplikasikan pelembap pada bayi dalam waktu tiga sampai lima menit setelah bayi selesai mandi. Apalagi jika pelembap yang digunakan mengandung bahan humektan.

"Kalau bahan humektan mau menarik air, airnya darimana kalau sudah hilang? Kalau Amerika merekomendasikannya dalam waktu tiga menit," ucap Srie.

Meski begitu, tak berarti penggunan pelembap dilarang ketika kulit dalam kondisi kering. Hal itu boleh dilakukan hanya saja efektivitas pelembap tidak maksimal.

"Kalau mau pakai sebelum mandi berikutnya, basahi saja kulitnya, dikeringkan dengan handuk, lalu dioles," ucap dia. (Lia/sumber:kompas)

Keyword Bayi kulit bayi