press enter to search

Kamis, 15/11/2018 01:14 WIB

Anies Bangga Sang Kekek dapat Gelar Pahlawan

Dahlia | Kamis, 08/11/2018 14:37 WIB
Anies Bangga Sang Kekek  dapat Gelar Pahlawan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta (aksi.id) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara penganugerahan gelar pahlawan nasional yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (8/11). Salah satu yang mendapat gelar pahlawan nasional itu adalah kakek Anies, yakni Aburrahman Baswedan atau A.R. Baswedan.

Anies menceritakan jika dirinya tumbuh besar bersama kakeknya hingga kelas 2 SMA di Yogyakarta. Saat masih duduk di bangku TK, Anies kerap dijemput oleh kakeknya dan diantar hingga ke rumah.

Tak hanya itu, kata Anies, dirinya juga setiap hari ikut mengantar kakeknya pergi ke kantor pos untuk mengirimkan surat.


"Beliau adalah seorang wartawan, dari mudanya wartawan sampai akhir hayatnya," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/11).


Anies menuturkan saat dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia juga menjadi seorang juru ketik bagi kakeknya dalam membuat sebuah surat. AR Baswedan, sambungnya, mendiktekan tulisan apa yang harus ia ketik.

Kendati demikian, Anies mengaku tak ingat apa yang pernah ia ketik bersama kakeknya itu. Namun, ada satu yang ia ingat, yakni di setiap akhir surat tersebut kakeknya selalu menuliskan sebuah kalimat.

Kalimat tersebut adalah `surat ini saya diktekan dan diketik oleh cucu saya Anies`

"Saya bangga sekali ketika disebut-sebut, yang saya tidak sadar dan baru tahu kemudian, itu adalah cara beliau memberi tahu si penerima kalau banyak salah-salah ketik itu bukan diketik oleh dirinya tapi oleh cucunya," tutur Anies.

Anies mengungkapkan ia tumbuh besar bersama kakenya AR Baswedan hingga duduk di bangku SMA kelas dua, hingga akhirnya kakeknya wafat di usia 78 tahun. "Wafatnya di Jakarta, pada waktu itu beliau menyelesaikan autobiografi, selesai penulisan kemudian wafat di usia 78 tahun," ujarnya.

Anies menuturkan sebagai seorang jurnalis, kakeknya selalu membawa kamera dan tape recorder ke mana pun kakeknya pergi. Kakeknya, sambung Anies, pun selalu merekam setiap pembicaraan dengan siapa saja.

Rekaman pembicaraan itu, menurut Anies saat ini menjadi koleksi kaset rekaman bagi keluarganya. AR Baswedan juga diketahui pernah melalukan misi diplomatik ke Mesir untuk mendapatkan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia dari Mesir. 

"Misi diplomatik ke Mesir untuk mendapatkan pengakuan de jure dan de facto dari Mesir sebagai negara pertama," kata Anies.

AR Baswedan, kata Anies merupakan seorang ayah bagi delapan anak. Kakeknya, harus menjadi seorang duda, setelah istrinya meninggal karena penyakit malaria.

Anies mengatakan kakeknya kemudian memutuskan untuk tinggal menetap di Yogyakarta.

Rumah yang menjadi tempat tinggal di Yogyakarta, menurut Anies sebenarnya adalah rumah yang dipinjami oleh seorang warga bernama Haji Bilal.

Dari sosok AR Baswedan, Anies mengaku memiliki pesan tersendiri. Kakeknya, menurut Anies, berpesan kepada dirinya untuk memanfaatkan waktu luang dengan membaca buku

"Jadi belajar terus, baca terus, tidak pernah berhenti sampai akhir hayatnya menulis terus," kata Anies.

Kemudian pesan lainnya adalah untuk selalu melakukan dialog atau komunikasi dengan siapa saja. "Berdialog dengan siapa saja ketemu siapa saja. Pemikiran boleh berbeda tapi persahabatan jalan terus," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Anies tak lupa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang memberikan gelar pahlawan nasional kepada kakeknya, AR Baswedan.
  (Lia/sumber:cnnindonesia)