press enter to search

Kamis, 15/11/2018 00:42 WIB

Karena Cuitan Geert Wilders, Diplomat Belanda diancam

Dahlia | Kamis, 08/11/2018 14:46 WIB
Karena Cuitan Geert Wilders, Diplomat Belanda diancam Geert Wilders (foto:ist)

Jakarta (aksi.id) - Sejumlah perwakilan diplomatik Kerajaan Belanda di Pakistan mendapat ancaman pembunuhan. Penyebabnya adalah cuitan politikus sayap kanan Negeri Kincir Angin, Geert Wilders yang mengunggah soal perlombaan menggambar karikatur Nabi Muhammad S.A.W.

Seperti dikutip AFP, Kamis (8/11), cuitan Wilders itu diunggah pada Agustus lalu. Setelah itu, dia beberapa kali memajang karikatur Nabi Muhammad S.A.W.

Hal itu membuat repot para diplomat Belanda di Pakistan. Sebab, sejumlah ancaman pembunuhan datang bertubi-tubi karena cuitan Wilders.

TLP bahkan mendesak pemerintah Pakistan supaya memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Hanya saja Kemendagri Pakistan enggan mengkonfirmasi kabar itu."Kami sedang berurusan dengan ancaman terhadap kediaman duta besar di Pakistan. Kami berusaha fokus meningkatkan pengamanan dan terus berdialog dengan pemerintah Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Belanda.


Belanda menyatakan Kementerian Dalam Negeri Pakistan sudah memperingatkan kalau duta besar mereka akan menjadi target unjuk rasa oleh Partai Tehreek-e-Labaik (TLP). Mereka adalah kelompok garis keras di Pakistan yang didirikan tiga tahun lalu.

"Membawa masalah itu ke ranah hukum adalah langkah terakhir, tapi kami tidak segan melakukannya," ujar Kose. (Lia/sumber:cnnindonesia)Dikecam Ormas Islam

Cuitan Wilders soal perlombaan karikatur Nabi Muhammad S.A.W., juga mendapat reaksi keras dari dalam negeri Belanda. Sekitar 144 pengurus masjid di Negeri Kincir Angin meminta supaya Twitter membekukan akun Wilders karena dianggap menghasut kebencian di antara umat manusia.

"Twitter menyediakan sarana kepada Wilders untuk menebar kebencian ke seluruh dunia. Kalau seperti itu, maka Twitter dan Wilders patut dihukum.," kata juru bicara Federasi Budaya Islam Turki (TICF) di Belanda, Ejder Kose, seperti dilansir Deutsche Welle.

TICF yang menyatakan mewakili umat Islam di Belanda meminta Twitter menutup akun Wilders secara permanen. Mereka memberi tenggat tiga pekan kepada Twitter, dan jika gagal maka akan membawanya ke jalur hukum. 

"Membawa masalah itu ke ranah hukum adalah langkah terakhir, tapi kami tidak segan melakukannya," ujar Kose. (Lia/sumber:cnnindonesia)