press enter to search

Kamis, 15/11/2018 05:20 WIB

KNKT Sebut Ada Kerusakan Angle of Attack (AOA) Indicator Pada Pesawat Lion JT610

Redaksi | Kamis, 08/11/2018 19:02 WIB
KNKT Sebut Ada Kerusakan Angle of Attack (AOA) Indicator Pada Pesawat Lion JT610 Foto : Istimewa

JAKARTA (Aksi.id)  – Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan hasil awal penyelidikan kasus jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang Jawa Barat, Senin pekan lalu.

Dari hasil rekaman flight data recorder (FDR) ditemukan kerusakan pesawat berada di Angle of Attack (AOA) indicator. 

“Data FDR menunjukan kerusakan penunjuk kecepatan (air speed indicator) pada 4 penerbangan terakhi,”  kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rilis yang dipublikasikan kepada wartawan, Rabu (7/11/2018).

Dikatakan, pada penerbangan Bali ke Jakarta pesawat tercatat perbedaan Angle of Attack (AOA) indicator. “AOA adalah indikator penunjuk sikap pesawat terhadap arah aliran udara,” jelas dia.

Soerjanto menjelaskan, perbedaan AOA masih terkait dengan kerusakan pada penunjuk kecepatan.

Namun kendala pesawat PK-LQP JT-610 ketika berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, menurut Soerjanto dan timnya,  menemukan AOA sensor telah diganti sebelum pesawat diterbangkan ke Jakarta.

“AOA sensor telah diganti di Bali pada 28 Oktober 2018, ketika pilot melaporkan adanya kerusakan penunjuk kecepatan,” dia mengungkapkan.

Kendati demikian, setelah digantinya equipment atau part pesawat tersebut, pilot yang menerbangkan pesawat itu muncul perbedaan AOA sebelah kanan dan sebelah kiri.

 ”Muncul perbedaan AOA. Di mana AOA sebelah kiri berbeda 20° ketimbang yang kiri. Namun pilot melakukan sejumlah prosesdur dan akhirnya dapat mengatasi masalah dan akhirnya pesawat mendarat di Jakarta,” papar Soerjanto.

Dilaporkan ke Boeing

Selanjutnya, menurutbKwtua KNKT, temukan permasalahan yang dialami dalam penerbang pesawat Lion Air rute Bali-Jakarta itu akan dilaporkan kepada pihak Boeing dan maskapai di seluruh dunia untuk mencegah terjadinya insiden yang serupa.

“Keberhasilan pilot menerbangkan pesawat yang rusak ini menjadi dasar KNKT memberikan rekomendasi kepada Boeing untuk disampaikan kepada seluruh airline di seluruh dunia jika menghadapi hal yang sama,” tegas Soerjanto.(helmi/adinda)