press enter to search

Kamis, 15/11/2018 05:06 WIB

Terkait Kasus Dugaan Suap PLTU Riau-1, Eni Saragih Segera disidang

Dahlia | Jum'at, 09/11/2018 13:55 WIB
Terkait Kasus Dugaan Suap PLTU Riau-1, Eni Saragih Segera disidang Eni Saragih (coto:ist)

JAKARTA (aksi.id) - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih ke tahap penuntutan. Eni akan segera disidang setelah berkas dakwaannya rampung dikerjakan tim Jaksa penuntut umum.

"Pokoknya hari ini pelimpahan dari penyidikan ke penuntutan, ya nanti Pak Rudi Alfonso yang dampingi saya dalam persidangan ya kita tunggu saja nanti," ungkap Eni usai menjalani pemeriksaan tahap akhir dalam proses penyidikan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jumat (9/11/2018).

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah ‎mengamini pelimpahan berkas penyidikan Eni ke tahap penuntutan. Berkas penyidikan Eni dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1 telah lengkap. Eni pun akan segera menjalani persidangannya di Pengadilan tipikor Jakarta.

"Ya penyidikan (Eni) sudah selesai. Nanti segera dibawa ke sidang. Persidangan di Jakarta," kata Febri saat dikonfirmasi Okezone.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai USD900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

Johanes Kotjo sendiri telah didakwa oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Sementara Idrus masih dalam proses penyidikan di KPK.