press enter to search

Rabu, 11/12/2019 02:08 WIB

2 Bocah Korban Perahu Tabrakan Belum Ditemukan

| Rabu, 21/11/2018 20:42 WIB
2 Bocah Korban Perahu Tabrakan Belum Ditemukan Tim SAR gabungan mencari dua balita korban tabrakan dua perahu di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

KOTAWARINGIN BARAT (aksi.is) - Dua bocah korban kecelakaan tabrakan kapal kelotok (kapal tradisional) di Tanjung Api-Api, DAS Kumai, Desa Sei Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, belum ditemukan.

Kedua korban, yakni Suman Zaidan Fahrezi bin Suman Syarifuddin (2) warga Jalan Keramat RT 12, Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai dan Raihan Bin Sapriansyah (1), warga Jalan Iskandar RT 18 Kelurahan Madurejo Kecamatan Arsel.

"Hingga Selasa 20 November 2018 sore ini, kedua korban belum ditemukan. Kita akan melakukan pencarian hingga 7 hari ke depan. Sore ini kita kembali ke Pos Pol Airud Polda Kalteng di Kumai. Besok pagi kita kembali melanjutkan pencarian,” ujar perwakilan Kantor SAR Banjarmasin, yang bertugas di Pos SAR Pangkalan Bun, Indra Saputra.

Sementara itu, Komandan Pos TNI AL Kumai Lettu Sudjito mengatakan, siang hingga sore tadi, penyelam dari TNI AL melakukan penyelaman di titik bangkai kapal yang tenggelam. Pasukan katak TNI AL tersebut sudah menyentuh bangkai kapal di kedalaman sekitar 4,5 meter. 

“Karena air keruh jadi tidak terlihat apa apa. Hanya saja tim penyelem sudah menyentuh kapal yang tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal lainnya. Untuk dua korban yang masih dicari tidak ditemukan di bangkai kapal. Besok kita lanjutkan penyelaman di area tersebut,” ujar Sudjito.

Kapal kelotok bermuatan semen dan batu koral serta mengangkut 16 orang bertabrakan dengan perahu kelotok bermuatan buah sawit di Tanjung Api Api DAS Kumai Desa Sei Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, pada Selasa (20/11/2018) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kumai, Capt. Wahyu Prihanto, M.Mar, membenarkan kejadian itu. “Perahu itu tidak berangkat dari pelabuhan ini. Tapi dari kawasan pesisir. Kejadiannya di daerah aliran sungai,” jelasnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id.

Dari informasi yang didapat, dia mengutarakan penumpang kelotok yang ditemukan tewas di lokasi kejadian yakni Muhammad Ridwan bin Hasan yang berusia (5). Kemudian yang belum ditemukan Suman Zaidan Fahrezi (2) dan Raihan bin Sapriyansyah (1).