press enter to search

Rabu, 22/01/2020 14:40 WIB

Sikap Tak Acuh Andika Atas Melesat Kariernya di Era Jokowi

Redaksi | Jum'at, 23/11/2018 11:02 WIB
Sikap Tak Acuh Andika Atas Melesat Kariernya di Era Jokowi Pelantikan KSAD. Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada KSAD Andika Perkasa usai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11) (foto.dok).

Aksi.id - Jenderal TNI Andika Perkasa pada Kamis (22/11), dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).  Andika menggantikan Jenderal Mulyono yang akan memasuki masa pensiun pada Januari 2019.

Seusai dilantik dan mengucap sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Andika mengaku tak mengacuhkan penilaian miring sebagian orang terhadap capaian karier militernya. Ia pun yakin, penunjukan dirinya sebagai KSAD adalah murni hasil penilaian dari Presiden Jokowi.

"Monggo (silakan) mau ngomong apa juga saya kondisinya begini, keadaan saya begini, dan dari dulu juga begini enggakada yang saya komentari lagi, terserah," kata Andika.

karier yang cemerlang bahkan cenderung melesat dibandingkan rekan-rekan seangkatannya. Ia bahkan hanya menduduki jabatan sekitar enam bulan pada Komandan Kodiklat TNI AD dan hanya sekitar lima bulan pada jabatan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Prajurit kelahiran 21 Desember 1964 itu dianggap banyak diuntungkan lantaran menjadi menantu Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. Hal itu pula yang menjadikan dia menjadi salah satu Jenderal dalam usia muda sehingga dikhawatirkan memiliki hambatan dalam komunikasi internal di mana masih banyak seniornya dalam struktural Angkatan Darat (AD).

"Ya orang kalau mau ngomong apa saja ya wis monggo, saya kan enggak bisa berkomentar dan enggak perlu ya, semuanya kan beliau (Presiden) yang memutuskan, saya tidak tahu apa yang ada di dalam penilaian beliau ya yang penting dari dulu ya gini-gini saja," katanya.

Andika adalah lulusan Akademi Militer pada 1987. Ia mengawali karier sebagai perwira pertama infanteri Kopassus Grup 2/Para Komando dan Satuan-81/Penanggulangan Teror (Gultor) selama 12 tahun.

Karier militer pria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964 itu kemudian berlanjut ke jajaran perwira menengah dengan menjadi Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta, Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera Kodam I/Bukit Barisan berkedudukan di Kota Sibolga, Provinsi Sumatra Utara.

Kemudian, Andika mendapat kepercayaan menduduki posisi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat pada November 2013, sebuah posisi yang diduduki perwira berpangkat brigadir jenderal. Praktis, menantu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono ini naik menjadi perwira tinggi bintang satu.

Dua hari setelah pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden pada Oktober 2014, Andika diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dengan pangkat mayor jenderal. Tak lama menjabat sebagai Danpaspampres, Andika melanjutkan karier militer sebagai Panglima Kodam XII/Tanjungpura pada 30 Mei 2016, sebelum kemudian ditarik ke Jakarta memegang Komandan Kodiklat TNI AD pada 15 Januari 2018.

Enam bulan kemudian, peruntungan karier militer Andika kembali moncer. Ia ditunjuk menjadi Pangkostrad AD, sebuah posisi bergengsi di lingkungan TNI AD. Pria yang memiliki hobi fitnes ini menggantikan Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto yang diangkat menjadi Perwira Tinggi (Pati) Markas Besar TNI AD.

Penilaian Jokowi

Presiden Jokowi menyebutkan, penunjukan Andika berdasarkan rekam jejak yang dimiliki. Ia menyebut terdapat empat kandidat yang diajukan. Dari keempatnya, Jokowi menilai Andika layak menggantikan Jenderal Mulyono.

"Ya, ini kan kami melihat rekam jejak Pak Andika pernah di Kopassus, pernah di Kodiklat, pernah di pangdam, pernah di Kostrad, pernah dulunya di penerangan dan pernah di Danpaspampres," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Jokowi kembali menegaskan, penunjukan Andika ini telah dilakukan dengan berbagai pertimbangan, termasuk menilai pengalaman kerja dan pendidikan yang telah dijalani. Saat ditanya tugas khusus yang harus dijalankan oleh Andika, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Andika.

"Ya, enggak usah tugas khusus-tugas khusus. KSAD yang baru tahu apa yang harus dilakukan buat bangsa dan negara 100 persen tahu," ujar Jokowi.

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai penunjukan Andika sebagai KSAD , tepat. Menurutnya, Andika merupakan perwira TNI AD yang komplet dari segi pendidikan dan pengalaman militer di lingkaran elite militer maupun pemerintahan.

"Andika juga mengenyam berbagai jenjang pendidikaan baik pendidikan militer maupun sipil. Dalam bidang pendidikan sipil, Andika telah meraih gelar Doktor dalam bidang public policy dari George Washington University, AS," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (22/11). (ny/Republika.co.id)