press enter to search

Minggu, 16/12/2018 22:19 WIB

Sadio Mane Bintang Liverpool, Punya Mobil Mewah tapi Tetap Jadi Pembersih WC Masjid

Redaksi | Kamis, 29/11/2018 07:23 WIB
Sadio Mane Bintang Liverpool,  Punya Mobil Mewah tapi Tetap Jadi Pembersih WC Masjid Sadio Mane (foto.dok)

Aksi.id - Setelah mencetak gol pertama dalam kemenangan 2-1 Liverpool di Leicester City awal September lalu, Sadio Mane bersujud di rumput -hal yang banyak dilakukan Muslim untuk menyatakan syukur.

Dan ternyata, hanya beberapa jam setelah itu, pemuda Senegal berusia 26 tahun yang sederhana itu, dengan santainya membersihkan toilet di sebuah masjid di Liverpool.

Gambar yang menunjukkan ia bersih-bersih WC masjid itu kemudian dibagikan luas di media sosial, dan menjadi kontras yang mencolok dengan gambaran stereotip pemain sepak bola Liga Primer yang `hidup dalam kemewahan`.

 
 

"Sadio sebetulnya meminta agar jangan membagi-bagikan videonya. Dia ingin tetap melakukan semuanya diam-diam dan ia tidak melakukannya untuk publisitas," kata Abu Usamah Al-Tahabi.

"Dia sering datang ke masjid ini. Di rumahnya dia memiliki (mobil mewah) Bentley - tetapi dia datang ke sini dengan mobil biasa, jadi dia tidak ingin dikenali.

"Dia bukan orang yang mencari kehebohan. Dia sama sekali tidak congkak."

Kerendahan hati ini terbukti dalam berbagai kisah tentang Mane.

Sebelum final Liga Champions pada bulan Mei, ia membagikan kaos Liverpool kepada penduduk di kota kelahirannya, Bambali, di Senegal.

"Desa itu berpenduduk 2.000 orang. Saya membeli 300 kaos Liverpool untuk dikirim ke orang-orang di sana, sehingga para penggemar bisa memngenakannya saat menonton pertandingan final," kata Mane.

Di Bambali, pada 2005, Mane menonton siaran langsung keroisme Liverpool yang termasyhur, saaat bangkit dari ketinggalan 0-3 dari AC Milan untuk memenangkan final Liga Champions. Saat itu usianya baru 13 tahun.

Dan kampung halamannya tidak pernah jauh dari hatinya.

"Sadio berasal dari masyarakat miskin. Dia itu tipe orang yang ringan tangan. Dia sangat banyak berinisiatif dan pernah membantu membangun sebuah masjid di kampung halamannya," tambah Al-Thabi.

`Dia ramah dan agak pemalu`

Kepribadian Mane juga membantunya untuk menjadi kesayangan para pendukung Liverpool.

"Fans menyukai dia karena dia rendah hati. Di Liverpool, menjadi masalah jika terlalu menonjolkan diri dan terlalu bangga dengan diri sendiri. Dia sama sekali tidak seperti itu," kata John Gibbons dari podcast The Anfield Wrap.

Gibbons mengatakan "semua orang di Liverpool menganggap Mane sangat ramah". Ia mengungkapkan, para penggemar selalu berkesempatan bertemu dengannya di toko swalayan, menunjukkannya sebagai orang yang rendah hati.

"Pernah, dia berbelanja di (swalayan) Asda di Hunts Cross dengan mengenakan pakaian tradisional, lalu seorang penggemar yang menggendong bayi memintanya untuk berfoto bersama."

"Mane kemudian dengan senang hati menggendong bayi itu dan tersenyum dalam pemotretan bersama penggemar itu. Dan itu adalah supermarket biasa. Banyak orang yang pernah bertemu dengannya mengatakan dia sangat mudah didekati tapi agak pemalu."

Di lapangan, Mane juga senang untuk tak jadi pusat perhatian demi kepentingan tim.

"Ketika Liverpool mengontraknya, dia bermain di kanan luar dan mungkin pemain terbaik saat itu di posisi itu. Kemudian kita mendatangkan (Mohamed) Salah, dan Sadio dengan santainya pindah ke sayap kiri," kata Gibbons.

"Dia tidak mengeluh dan menjalaninya saja. Dia diminta untuk mengambil peran sebagai bagian dari tim dan bermain sedikit lebih dalam, sementara Salah adalah bintang." (ny/BBC)