press enter to search

Minggu, 16/12/2018 22:49 WIB

Cris Kuntadi Masuk 5 Besar Nominasi PNS Inspiratif 2018

Redaksi | Senin, 03/12/2018 16:56 WIB
Cris Kuntadi Masuk 5 Besar Nominasi PNS Inspiratif 2018 Foto: Istimewa

JAKARTA (Aksi.id) – Dewan juri akhirnya berhasil memilih 5 dari 15 nominasi PNS Inspiratif 2018. Salah satunya adalah Cris Kuntadi, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhuhungan, dengan pangkat Pembina Utama (IVe).

Pengumuman itu dilakukan di studio 5 TVRI Jakarta, Kamis (29/11/2018) malam, dan langsung dilakukan wawancara untuk selanjutnya akan disaring lagi menjadi 3 besar.

Cris Kuntadi, adalah pria kelahiran Banyumas, 24 Juni 1969 dengan latar belakang seorang akuntan dan memliki kompetensi auditor. Ia selalu belajar sesuatu yang baru, sehingga wajar kalau menyandang sebelas gelar, diantaranya yaitu gelar Dr, CA, CPA, QIA, DCMA, CGMA, SIPSAS, CFRA, dan Ak.

Pak Cris, panggilan akrabnya dan penggemar olah raga (goes) bersepeda, masuk menjadi PNS pertama kali di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan golongan II(b) setelah lulus STAN.

Ketika menjadi Kepala Pusdiklat BPK, ia menciptakan Model Sistem Kendali Kecurangan (Sikencur), rangkaian proses dan kegiatan yang secara komprehensif dirancang dan dilaksanakan oleh manajemen entitas untuk mencegah, mendeteksi dan menindak kecurangan dalam rangka memperkuat pencapaian tujuan SPI.

Implementasi Sikencur di Pusidklat BPK dengan membentuk Tim Penerapan Sikencur, melakukan FRA, menyusun dokumen Sikencur (kebijakan, pernyataan Komitmen, pakta integritas, dan Standar Perilaku).

Selanjutnya membangun Whistel – Blowing System (sarana pengaduan, pedoman pengaduan, pedoman penanganan pengaduan), dan sosialisasi Sikencur bagi pegawai dan stakholders Pusdiklat.

Kemudian membantu penyusunan kurikulum dan modul Sikencur FRA, Change Management, dan pengawasan penanganan Sikencur untuk auditor Internal. Serta melaksanakan diklat bagi seluruh Satker.

Beberapa capaian kinerjanya yaitu membangun Sistem Kendali Kecurangan pada unit kerja saat menjabat sebagai Kepala Pusdiklat BPK RI yang kemudian dituangkan dalam buku “Sikencur (Sistem Kendali Kecurangan) Menata Birokrasi Bebas Korupsi”. Buku Sikencur ini menjadi best seller Gramedia dan telah dicetak ulang hingga 6 kali.

Hasil implementasi Sikencur di Pusdiklat BPK RI menjadikan Pusdiklat BPK mendapat predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada 2015 dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada 2016.

Saat menjabat sebagai kepala Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan (Itjenhub), Cris Kuntadi menciptakan Aplikasi Simadu (Sistem Manajemen Pengaduan) http://simadu.dephub.go.id. Fraud risk Assesment; Mendirikan unit Gratifikasi (UPG). Reviu HPS sebagai pengendalian harga. Mendirikan Satgas OPP. Investigatif Audit. External notification.

Pada saat menjabat Kepala Itjenhub, Cris Kuntadi juga mengiplementasikan Sikencur dengan memulihkan kerugian keuangan negara berdasarkan hasil audit BPK dan hasil pengawasan Itjenhub pada 2015 sebesar Rp1,12 triliun dan Rp275 miliar pada 2016.

Melalui program reviu harga perkiraan sendiri (HPS) pengadaan barang dan jasa, Itjenhub mampu memotong potensi kemahalan tahun 2016, 2017, dan 2018 masing2 sebesar Rp1,08 triliun, Rp1,7 triliun, dan Rp1,9 triliun.

Di Kemenhub, Cris Kuntadi juga membangun Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) sehingga pejabat/pegawai Kemenhub telah terbiasa melaporkan penerimaan gratifikasi, melaporkan penolakan gratifikasi. Bahkan Kepala Biro Kepegawaian Kemenhub menjadi pelapor gratifikasi kedua terbanyak se-Indonesia.

Cris Kuntadi juga menjadi inisiator penyusunan dan penyerahan Ihtisar Hasil Audit Triwulan (IHAT) ke BPK sebagai pemenuhan UU 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Adapun capaian Cris Kuntadi selama menjabat sebagai Irjen Kemenhub diantaranya adalah: ISO 9001:2008, IACM LEVEL 3, Aplikasi Sistem Manajemen Pengaduan, TLHP BPK 100 persen, pemulihan kerugian negara hasil pemeriksaan BPK dan Itjen Rp1,12 triliun (2015) dan Rp175 miliar (2016), reviu harga.

Kemudian menjadi Head of delegation RI (2015) dan alternate HOD (2016) untuk International Maritime Organization (IMO) di London, dan Delegation RI untuk International Civil Aviation Organization (ICAO) (2016) di Canada.

Capaian lainnya saat menjabat sebagai Itjen Kemenhub, Cris Kuntadi mampu mengubah Satuan Kerja menjadi Badan Layanan Umum (BLU), Online system (Simponi), Revisi PP PNBP, dan konsesi. Hasilnya, PNBP 2014, 2015, anggaran 2016 mencapai Rp2,01 Triliun, Rp4,29 Triliun, dan Rp9,50 Triliun.

Menciptakan perijinan online seperti SRUT, pendaftaran dan sertifikasi aircrew/ABK, dll. Kemudian survei kepuasan audit, IACM lavel 3, telaah sejawat, sertifikasi ISO 9001:2008. E-Procurement, e-catalog, dan job bidding.

Pada saat menjdi Plt. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Kawasan dan Kemitraan Perhubungan 2018, Cris Kuntadi menginisiasi kerja sama sekolah transportasi antara Kementerian perhubungan dengan Australia. Membuat kerjasama pengembangan pelabuhan di Australia dengan PTP2 dan PTP3.

Selama menjadi Staf Ahli Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi, Cris Kuntadi menciptakan metode Safety Risk Assesment, menggali potensi gangguan keselamatan – karena potensi kecelakaan tersebut diurutkan dari yang paling berisiko hingga yang peling rendah.

Kemudian memitigasi potensi kecelakaan melalui program pemerintah, kepedulian masyarakat, dan law enforcement. Mengukur pengendalian yang telah ada dari mitigasi risiko kecelakaan menjadi alat utama untuk pencegahan terjadinya kecelakaan fatal yang massif atau sering terjadi.

Dia juga penulis buku “Excellent Leadership, Rahasia Menjadi Pemimpin Terbaik” cetakan pertama tahun 2017 pada Penerbit Republika.

Kemudian Ketua Tim Penilai Pengendalian Internal Atas Pelaporan Keuangan di Lingkungan Kementerian Perhubungan tahun 2018.

Dimanapun ditempatkan Cris Kuntadi dengan berbagai inovasi yang dilakukan bisa menjadi inspirasi di lingkungannya, dan itu telah terbukti baik pada saat dia berkarir di BPK maupun di Kementerian Perhubungan.

Selain Cris Kuntadi, nominator lain yang masuk 5 besar CPN Inspiratif 2018 adalah Hunggul Yodono Setiohadi Nugroho, PNS di Kementerian Kehutan dan Lingkungan Hidup sebagai Peneliti Madya bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar.

Kemudian Ahmad Basori yang sering dipanggil “Om Bas” oleh rekan kerjanya merupakan auditor madya di Kedeputian Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (Bidwas PKD) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Peraih 5 besar PNS inspiratif lainnya adalah Sutopo Purwo Nugroho. Pria kelahiran Boyolali, 7 Oktober 1969 ini, sekarang mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pentingnya kesadaran masyarakat tentang bencana adalah bentuk kewaspadaan yang terencana. Di beberapa wilayah yang masuk kategori rawan bencana harusnya mengetahui lebih banyak tentang apa itu bencana dan bagaimana mengatasinya.

Satu-satunya perempuan yang masuk 5 besar PNS Inspiratif 2018 adalah Endang Yuli Purwanti atau yang akrab dipanggil dengan Yuli Badawi, seorang guru agama di SMAN 4 Bandung.

Perempuan asli Ngawi ini bersama suaminya, Ahmad Badawi, mengasuh puluhan anak asuh dari berbagai latar belakang, selain 4 anak kandungnya. Ada anak yang ‘dibuang’ orangtuanya, ada pula yang sengaja dititipkan orang tuanya pada keluarga ini.

Hampir seluruhnya tinggal bersama dengan dirinya dan sang suami, teapi ia tidak merasa kerepotan dalam merawat semua anak asuhnya. “Saat ini kami memiliki 27 anak, yakni empat anak kandung dan 23 anak asuh,” ujarnya. (aliy/adinda)

Keyword PNS