press enter to search

Minggu, 16/12/2018 22:08 WIB

Sastrawan NH Dini Tutup Usia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

| Selasa, 04/12/2018 23:28 WIB
Sastrawan NH Dini Tutup Usia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Sutradara Pierre Coffin (kiri) bersama isteri dan dua anaknya, dan mendiang NH Dini (kanan) saat berkunjung ke Perancis (Foto courtesy: Pierre Coffin).

SEMARANG (aksi.id) - Sastrawan terkenal Indonesia, Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, atau dikenal sebagai NH Dini, hari Selasa (4/12) meninggal dunia di RS Elizabeth, Semarang, dalam usia 82 tahun.

Sejumlah media mengutip pernyataan Kepala Bruder Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik, Semarang, di mana NH Dini selama ini tinggal mengatakan penulis terkenal itu meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, sepulangnya dari perawatan tusuk jarum, sekitar jam 4 sore.

NH Dini, yang juga ibunda sutradara terkenal Pierre Coffin, mulai diperhitungkan sebagai penulis besar lewat buku pertamanya “Pada Sebuah Kapal” yang diterbitkan pada tahun 1972. Setelah itu NH Dini seakan tak terbendung. Ia menerbitkan “Namaku Hirono” tahun 1977, “Orang-Orang Tran” tahun 1983, “Pertemuan Dua Hati” tahun 1986, “Hati yang Damai” tahun 1998, dan “Dari Parangakik ke Kampuchea” tahun 2003. Ini belum termasuk karya-karya dalam bentuk cerpen, novel, atau cerita-cerita kenangan. Sebagian buku hasil karyanya naik cetak beberapa kali, suatu hal yang sangat jarang terjadi pada buku sastra.

Isu utama yang kerap menjadi bahan tulisan NH Dini adalah persoalan-persoalan yang menggelayuti perempuan. Jauh sebelum para aktivis perempuan menyuarakan ketidakadilan gender, ia sudah menulis dalam buku-bukunya.

Sejumlah Penulis Sampaikan Belasungkawa Lewat Twitter

Tak heran jika sejumlah aktivis dan penulis ikut menyampaikan belasungkawa dengan kepergian NH Dini. Antara lain mantan pemimpin redaksi Tempo yang juga penulis kawakan Goenawan Mohamad.

 
 
goenawan mohamad
 
@gm_gm
 
 

Wafat, Nh.Dini. Kabar yg saya terima karena kecelakaan mobil. Novelis kelahiran 1936 ini sastrawan terkemuka dari generasi yg muncul pertama kali di majalah Kisah. Karyanya: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko. Semoga ia beristirahat dalam damai.

 
1,249 people are talking about this
 
 

Secara khusus “GM” - panggilan khas penulis ini – menyitir salah satu tulisan NH Dini yang terkenal, “aku diajar berpuasa bukan karena agama, bukan karena keinginan naik surga. Kakek mengajarku buat menahan keinginan, untuk mengetahui sampai di mana aku dapat mengatur kekuatan.”

 
 
goenawan mohamad
 
@gm_gm
 
 

“Aku diajar berpuasa bukan karena keinginan masuk surga...” —Nh Dini.

 
318 people are talking about this
 
 

Hal senada disampaikan penulis muda Norman Erikson Pasaribu.

 
 
🐙 Norman Erikson Pasaribu 🐙@nrmnp
 
 

Gravely saddened by the death of Nh. Dini, one of the most remarkable Indonesian writers. I’m very sad that her greatness still yet to be seen by the world. Rest in power. 😢🙏🏽

 
51 people are talking about this
 
 

Beberapa perusahaan penerbitan juga menyampaikan belasungkawa, antara lain Gramedia Pustaka Utama.

 
 
GramediaPustakaUtama@bukugpu
 
 

Sore ini kita berduka, sastrawan Indonesia Ibu Nh. Dini telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta. Segenap redaksi Gramedia Pustaka Utama mengucapkan turut berduka cita yg sedalam-dalamnya. Semoga Ibu Nh. Dini mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. foto: @hariankompas

 
611 people are talking about this
 
 

Putra NH Dini Kerap Gunakan Bahasa Indonesia dalam Film

Pada tahun 1960 NH Dini menikah dengan Yves Coffin, yang ketika itu menjadi konsul Perancis di Kobe, Jepang. Mereka dikaruniai dua anak, Marie-Claire Lintang, yang kini menetap di Kanada dan Pierre Louis Padang atau kini dikenal sebagai Pierre Coffin, yang kini menetap di Perancis. Anak keduanya kini dikenal luas dunia sebagai sutradara film “Despicable Me,” yang beberapa tokohnya kerap melontarkan kata atau kalimat dalam bahasa Indonesia seperti “terima kasih” atau “lapar.”

Menurut rencana jenazah yang kini disemayamkan di Wisma Lansia Harapan Asri, Semarang, akan dikremasi di pemakaman Kedungmundu, Semarang, pada hari Rabu (5/12) sekitar jam 12 siang. (VOA).