press enter to search

Minggu, 16/12/2018 22:09 WIB

Dirut Bank Mandiri Optimistis Kondisi Perekonomian & Rupiah Semakin Menguat Tahun 2019

| Rabu, 05/12/2018 23:47 WIB
Dirut Bank Mandiri Optimistis Kondisi Perekonomian & Rupiah Semakin Menguat Tahun 2019 Teller bank sedang menghitung uang rupiah

JAKARTA (akso.id) - Perekonomian Indonesia akan semakin kuat memasuki 2019. Hal ini ditunjukkan oleh membaiknya nilai tukar rupiah di akhir 2018.

Adapun, arus modal asing yang masuk alias capital inflow belakangan tambah deras jelang tutup tahun 2018.

"Dalam satu bulan terakhir portofolio inflow terutama di bonds [surat utang], terakhir ekuitas, mulai masuk cukup signifikan. Ini harapan kita mengakhiri 2018 dengan catatan lebih baik," ungkap Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Kartika Wirjoatmodjo.

 
Optimisme Bos Mandiri: Rupiah Menguat, Ekonomi Oke di 2019Foto: Direktur utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (dok Kementerian BUMN)


Ia menyampaikan hal tersebut di dalam acara Mandiri Market Outlook bertema "Indonesia`s Market Potential and Global Economic Growth 2019" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, banyak yang berpendapat nilai tukar rupiah akan menyentuh level Rp 15.200/US$ dalam waktu yang cukup lama dan tak terkendali. Nyatanya? Keadaan tersebut tidak terjadi.

"Saya berpendapat di akhir tahun rupiah bisa menguat ke Rp 14.000 lagi. [...] Alhamdulillah bisa kembali benar Rp 14.000/US$. Semoga ini menunjukkan masuk 2019 dengan optimisme dan dengan keyakinan yang lebih baik," ucap Tiko yang merupakan sapaan akrab Kartika.

Dari sisi global, pengaruh bunga acuan AS yang kembali meningkat serta perang dagang memberikan dampak tersendiri. Apalagi, sambung Tiko, ditambah dengan harga minyak yang naik-turun. 

Namun, Indonesia bisa bertahan dari `serangan` global tersebut. Hal tersebut terbukti dari pertumbuhan ekonomi yang masih positif di tanah air. 

"Pada kuartal III kemarin pertumbuhan mencapai 5,17% dan kita lihat peningkatan konsumsi domestik menembus 5%. Ini cukup baik karena sebelumnya konsumsi domestik berkutat di 4,5-4,6%," jelas Tiko.

Selain itu, pertumbuhan kredit di berbagai bank bukan hanya didorong korporasi tapi juga kredit konsumer.

"Termasuk di situ ada kredit pemilikan rumah, kredit pemilikan mobil dan sebagainya. Ini merupakan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia diharapkan di kuartal IV ini semakin menggeliat."

"Dan tentunya tren ini di harapannya bisa berlanjut di tahun 2019 nanti," tutup Tiko. 

(moy/sumber: cnbcindonesia.com).