press enter to search

Jum'at, 22/01/2021 17:07 WIB

Tim SAR Evakuasi 4 Jenazah Warga Korban Longsor di Pacitan

| Sabtu, 08/12/2018 20:45 WIB
Tim SAR Evakuasi 4 Jenazah Warga Korban Longsor di Pacitan Sebanyak empat korban tanah longsor yang masih satu keluarga di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu, akhirnya berhasil ditemukan

PACITAN (aksi.id) - Sebanyak empat korban tanah longsor yang masih satu keluarga di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan upaya evakuasi manual maupun dengan bantuan alat berat.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan tiga korban pertama yang berhasil dievakuasi adalah Sogirah (46), Bogiyem (72) dan Katminem (58).

"Tiga korban pertama ini ditemukan setelah dilakukan pencarian secara manual oleh tim SAR dari unsur Basarnas, TNI, Polri maupun relawan warga," kata Didik yang terlihat menunggui proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.

Proses pencarian korban longsor di Dusun Jambu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung ini sempat berjalan lama.

Pasalnya, material longsor yang sebagian besar menumpuk di belakang bangunan permanen milik korban Misgiman ini masih labil dan berpotensi terus bergerak karena lembek.

Tim SAR kemudian menggunakan teknik penyisiran dan penyemprotan. Hasilnya, satu per satu korban berhasil dievakuasi. Sogirah ditemukan lebih dulu, disusul Bogiyem dan Katminem.

Namun, Misgiman saat itu tidak kunjung ditemukan sehingga tim SAR gabungan memutuskan untuk mendatangkan alat berat jenis eksavator kecil guna membantu mengurai material longsor berikut konstruksi bangunan yang ambruk.

Upaya itu membuahkan hasil. Jasad Misgiman (62) ditemukan tertimbun material longsor di bagian belakang.

Para korban sempat di bawa ke masjid desa sebelum kemudian dimakamkan di Desa Klesem atas permintaan keluarga.

Menurut Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi, pada awal proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena lokasi agak jauh dari jalan raya serta medan yang berat.

Dia ikut terjun langsung dan memimpin 200 personel polisi untuk membantu evakuasi.

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo yang menunggu proses evakuasi mengungkapkan sebagian besar wilayah ini merupakan kawasan rawan bencana.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat turun hujan dengan intensitas tinggi.

"Kami terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dini, khususnya dalam mengantisipasi potensi longsor maun banjir yang kerap terjadi di Pacitan," katanya.

Selain longsor yang terjadi di Desa Sidomulyo, tepatnya di RT 002 RW 002, Dusun Jambu, banjir juga sempat melanda beberapa titik di wilayah Kebonagung dan menutup akses jalan lintas selatan (JLS) di wilayah tersebut.

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan juga menyebabkan bangunan rumah penduduk, fasilitas umum seperti puskesmas di Kebonagung ikut terendam banjir.

Beruntung para pasien puskesmas secepatnya dievakuasi dengan menggunakan ambulans menuju RSUD dr Darsono Pacitan.

Ratusan warga juga telah mengungsi mencari tempat aman demi mengantisipasi kejadian banjir besar sebagaimana terakhir terjadi pada akhir November 2017.

Diperkirakan pada pukul 16.20 WIB air mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

Luapan air bah yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Kebonagung itu disebut warga berasal dari Sungai Jelok yang membelah wilayah tersebut.

Salah satu sisi tanggul sungai dilaporkan jebol akibat besarnya debit air yang datang, sehingga akhirnya meluber ke pemukiman warga.

Bupati Pacitan Indartato memastikan pihaknya, melalui dinas terkait akan melakukan pembenahan tanggul jebol di Sungai Jelok.

"Kami bersama jajaran OPD terkait, khususnya BPBD sudah terjun ke lokasi guna membantu proses evakuasi warga yang terisolir banjir. Nanti kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk secepatnya membenahi tanggul yang jebol dari anak Sungai Grindullu ini," kata Indartato.

(sumber: antaranews.com).