press enter to search

Jum'at, 18/01/2019 20:19 WIB

Bandara Mulai Dibangun di Mekkah

| Minggu, 09/12/2018 04:03 WIB
Bandara Mulai Dibangun di Mekkah Bandara Qunfudah dibangun di atas lahan seluas sekitar 24 juta meter persegi. Nantinya akan memiliki ruang tunggu penumpang dengan luas lebih dari 20.340 meter persegi.

MEKKAH (aksi.id) - Emir Makkah, Pangeran Khaled Al-Faisal telah meletakan batu pertama fondasi bangunan bandara baru di Qunfudah.

Dalam  kesempatan itu, Emir mengatakan bahwa bandara akan beroperasi dalam dua tahun. Ditargetkan sekiar setengah juta orang yang datang dari daerah pesisir Saudi Arabia akan mendapat manfaat dari keberadaan bandara ini.

Pangeran Khaled mengatakan lokasi untuk bandara itu sudah dikirim ke Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) untuk meminta persetujuan serta telah pula mendapat izin untuk menyelesaikan studi yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek.

 

 

“Ide bandara Qunfudah dimulai lebih dari 10 tahun yang lalu. Studi yang melibatkan 14 situs dilakukan hingga lokasi saat saat ini yang tersebar dalam area seluas 24 juta meter persegi. Dan wulayah di Qunfudah utara akhinya yang dipilih, ”katanya saat peresmian pembangunan bandara tersebut, Rabu (5/12/2018).

Upacara peletakan batu pondasi juga dihadiri oleh Hisham Al-Falih, wakil menteri di Makkah emirat, Wali Kota Jeddah Saleh Al-Turki, Presiden GACA Abdul Hakeem Al-Tamimi, pejabat lain dan warga daerah setempat.

Al-Tamimi mengatakan bandara Qunfudah akan menjadi bandara keempat di wilayah Makkah dan bandara yang ke-28 di Kerajaan Saudi Arabia. Bandara ini dapat menampung setengah juta penumpang setiap tahun dan menangani lima penerbangan per jam.

Bandara Qunfudah dibangun di atas lahan seluas sekitar 24 juta meter persegi. Nantinya akan memiliki ruang tunggu penumpang dengan luas lebih dari 20.340 meter persegi.

BANDARA BARU JEDDAH

Sementara itu, Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, diharapkan beroperasi penuh mulai Januari 2019. Bandara ini dibangun dengan biaya total  36 miliar real.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) telah merilis foto-foto baru KAIA, menyoroti fasilitas mutakhir bandara itu

Bandara Jeddah dirancang untuk mengakomodasi lebih dari 80 juta penumpang setiap tahun. Orang-orang berharap bahwa bandara baru akan memenuhi harapan dan aspirasi mereka dengan menyediakan fasilitas dan layanan yang lebih baik.

Selain sebagai pintu gerbang utama atau peziarah yang datang untuk melakukan haji dan umrah dari seluruh dunia, KAIA memainkan peran penting dalam menyediakan tujuan domestik dan internasional. Di bandara baru menyediakan lebih banyak ruang untuk penumpang dan maskapai penerbangan.

"Ini diatur untuk menjadi pusat ekonomi dan landmark budaya yang luar biasa di Kerajaan. Ini akan meningkatkan pembangunan sosial, ekonomi dan komersial negara itu di tahun-tahun mendatang, "kata seorang analis bisnis.

Bandara akan dioperasikan oleh GACA dari Mei sebelum diserahkan ke perusahaan khusus untuk operasi dan pemeliharaan. GACA secara tiba-tiba membatalkan perjanjian dengan konsorsium atau Changi Airports International dan Saudi Marine Support Company dan memutuskan untuk memberikan kontrak untuk perusahaan pengelola bandara yang lebih baik.

Langkah ini telah mengecewakan warga Jeddah yang berpikir itu akan mempengaruhi reputasi dan layanan bandara. GACA telah menghilangkan ketakutan mereka dengan mengatakan bahwa manajemen bandara akan segera diserahkan kepada perusahaan baru.

Operasi eksperimental bandara dimulai pada awal Mei dengan delapan penerbangan Arab Saudi Airlines setiap hari. Jumlah penerbangan akan ditingkatkan sambil memastikan kesiapan penuh bandara untuk operasi total.

Terminal baru bandara ini meliputi area seluas 670.000 meter persegi. Ini memiliki 46 jembatan udara bagi penumpang untuk naik ke pesawat. Ini pun masih akan ditingkatkan menjadi 96 jembatan pada tahap selanjutnya. Bandara baru Jeddah ini dirancang untuk menyambut pesawat besar seperti A380.

Proyek bandara termasuk hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, sistem transportasi umum, pusat komunikasi canggih, stasiun kereta api untuk Kereta Kecepatan Makkah-Madinah dan 60 km atau sabuk konveyor bagasi.

"Bandara baru memiliki sistem keamanan dan kontrol paling canggih di samping jaringan jalan dan terowongan," kata seorang pejabat GACA.

Bandara saat ini menjadi tuan rumah lebih dari 60 maskapai penerbangan domestik dan internasional di terminal penumpang dan kargo, termasuk maskapai penerbangan nasional Saudi Arabian Airlines. Pada 2016, bandara itu menangani 31 juta penumpang

Keyword Mekkah Bandara