press enter to search

Senin, 19/08/2019 08:17 WIB

Pasangan Neo-Nazi Ini Menamai Anaknya Adolf Hitler dan Ajarinya Hormat Ala Nazi

| Kamis, 20/12/2018 01:03 WIB
Pasangan Neo-Nazi Ini Menamai Anaknya Adolf Hitler dan Ajarinya Hormat Ala Nazi Adam Thomas, yang berusia 22 tahun, dan Claudia Patatas, 38 tahun, asal Banbury, Inggris, merupakan anggota organisasi National Action.

BIRMINGHAM (aksi.id) - Pasangan neo-Nazi yang memberi nama bayinya Adolf Hitler dan dinyatakan bersalah sebagai anggota kelompok teroris terlarang saat ini sudah mendekam di penjara.

Adam Thomas, yang berusia 22 tahun, dan Claudia Patatas, 38 tahun, asal Banbury, Inggris, merupakan anggota organisasi National Action.

Mereka juga memiliki `sejarah panjang keyakinan rasis yang kejam`, kata seorang hakim.

Di pengadilan di Birmingham, Inggris, disebutkan bahwa pasangan itu memberi nama anaknya Adolf sebagai `ungkapan kagum` kepada Hitler.

Thomas dihukum enam tahun enam bulan, dan Patatas dihukum lima tahun kurungan penjara.

Dalam kasus itu , total ada enam orang yang dihukum karena menjadi bagian dari kelompok yang memiliki `tujuan mengerikan`, kata hakim Melbourne Inman QC.

Daniel Bogunovic, 27 tahun, dari Leicester, dihukum karena menjadi anggota kelompok terlarang tersebut.

Menurut jaksa, sebagai "pemimpin, propagandis dan ahli strategi National Action", dia dihukum enam tahun dan empat bulan kurungan penjara.

 

Daniel Bogunovic, Adam Thomas and Claudia Patatas
Daniel Bogunovic, (left), Adam Thomas and Claudia Patatas were convicted in November
Joel Wilmore, Nathan Pryke and Darren Fletcher
Joel Wilmore (kiri), Nathan Pryke (tengah) dan Darren Fletcher merupakan anggota National Action.

 

Darren Fletcher, 28 tahun, dari Wolverhampton, Nathan Pryke, 27 tahun, asal March, Cambridgeshire, dan Joel Wilmore, 24, dari Stockport, sebelumnya telah mengaku bersalah menjadi anggota kelompok tersebut.

Fletcher, yang digambarkan hakim sebagai `anggota ekstrim` telah dihukum penjara lima tahun.

Adapun Pryke, `penegak keamanan` kelompok tersebut dihukum lima tahun dan lima bulan, sementara Wilmore sebagai `bankir` dan `keamanan siber`, dibui lima tahun dan 10 bulan.

Dalam putusannya, hakim menyebut organisasi National Action "bertujuan menggulingkan sistem demokrasi di negara ini dengan jalan kekerasan dan aksi pembunuhan ala Nazi."

Dan ketika membacakan vonis untuk Patatas, hakim menambahkan: "Anda sama ekstrimnya dengan Thomas, baik dalam pandangan maupun tindakan Anda."

"Anda bertindak bersama dalam semua yang Anda pikirkan, katakan serta Anda lakukan, termasuk saat memberi nama putra Anda dan menampilkan ideologi Nazi dan Ku Klux Klan saat berfoto dengan anak Anda."

Thomas, bekas satpam Amazon, dan Patatas, seorang fotografer pernikahan asal Portugal, berpegangan tangan dan menangis saat hakim menjatuhkan vonis terhadap mereka.

Disebutkan dalam sidang pekan lalu, bahwa Fletcher melatih anak perempuannya melakukan salut ala Nazi dan mengirim pesan kepada Patatas dengan mengatakan `akhirnya kami bisa membuat dia melakukannya`.

Tim juri juga menemukan foto Thomas mengenakan jubah Ku Klux Klan sambil menggendong bayinya, yang didalihkannya sebagai `hanya permainan belaka`, walaupun dia mengaku sebagai rasis.

A white hooded and robed man holding a new born babyHak atas foto WEST MIDLANDS POLICE/PA WIRE
Pengadilan menemukan foto Thomas mengenakan jubah Ku Klux Klan sambil menggendong bayinya.

 

Thomas juga dinyatakan bersalah karena memiliki pedoman cara membuat bom, sehingga dia diberi hukuman penjara tambahan selama dua tahun enam bulan.

Di rumah pasangan itu, polisi menemukan sebilah parang, pisau, dan busur - yang disimpan hanya beberapa meter dari tempat tidur bayinya.

Aneka piranti bertema ekstrimisme, diantaranya liontin, bendera dan pakaian yang dihiasi simbol SS era Nazi dan National Action juga ditemukan di kediaman mereka.

Di antara barang-barang milik mereka, polisi juga menemukan alat pemotong kue berbentuk swastika dan bantal bersimbol swastika.

A swastika-shaped pastry cutter was found in the home of Patatas and ThomasHak atas foto WEST MIDS POLICE/PA
Di antara barang-barang milik mereka, polisi juga menemukan alat pemotong kue berbentuk swastika dan bantal bersimbol swastika.
Presentational white space

National Action

  • Grup ini didirikan pada tahun 2013 oleh Ben Raymond, yang saat ini berusia 29 tahun, dan Alex Davies, yang sekarang berusia 24 tahun.
  • Organisasi ini disiapkan akan menjadi partai yang secara terbuka sebagai partai neo-Nazi
  • Raymond adalah lulusan politik dari Universitas Essex, dan Davies adalah mantan anggota Partai Nasional Inggris cabang Wales.
  • National Action menjauhi politik formal, dan memperlakukan diri sebagai gerakan jalanan berbasis pemuda
  • Diyakini tidak pernah memiliki lebih dari 100 anggota
  • Aktivitas mereka biasanya menyebarkan secara agresif selebaran di kampus-kampus serta menggelar unjuk rasa di jalanan kota.
  • Pada 2015, Zack Davies, 25 tahun, menggunakan palu dan parang melakukan serangan terhadap seorang dokter gigi Sikh dan dipenjara karena percobaan pembunuhan.
  • Organisasi ini resmi dilarang pada akhir tahun lalu setelah pemerintah Inggris mengkhawatirkan mereka sebagai `terorisme`
  • National Action merupakan kelompok sayap kanan pertama yang dilarang di Inggris semenjak Perang Dunia II
Presentational white space

 Barnaby Jameson QC, salah-seorang jaksa penuntut, mengatakan para terdakwa terlibat dalam grup media sosial National Action, yang unggahannya dipenuhi ujaran "rasisme yang jahat, terutama unggahan Thomas, Patatas dan Fletcher".

Jaksa tersebut mengatakan mereka bahwa "kantor cabang Midlands" dari kelompok neo-Nazi akan "melanjutkan perjuangan sendirian" setelah National Action dibubarkan sesuai Undang-undang anti-teror pada 2016.

Darren Fletcher, Adam Thomas and Claudia Patatas
Fletcher merupakan teman dekat pasangan Thomas dan Patatas

Setelah hukuman itu, pejabat kepolisian West Midlands, Matt Ward mengatakan: "Putusan pengadilan ini merupakan puncak dari kerja keras seluruh warga West Midlands dan di seluruh Inggris untuk mengenali dan memahami ancaman dari National Action."

"Orang-orang ini bukan hanya penggemar fantasi rasis; tapi kita sekarang tahu bahwa mereka adalah organisasi yang berbahaya dan terstruktur dengan baik," katanya.

"Tujuan mereka adalah menyebarkan ideologi neo-Nazi dengan memprovokasi perang ras di Inggris dan mereka menghabiskan bertahun-tahun untuk mendapatkan keterampilan untuk melaksanakannya," paparnya.

"Mereka telah berlatih bagaimana membuat bahan peledak, mengumpulkan senjata dan mereka memiliki struktur yang jelas untuk meradikalisasi orang lain. Tindakan mereka akan mengilhami aksi kekerasan dan menyebarkan kebencian dan ketakutan di West Midlands."

Sumber: BBC Indonesia