press enter to search

Rabu, 20/03/2019 08:24 WIB

Astaghfirullah, Belasan Murid SD di Temanggung Kecanduan Pil Koplo

| Sabtu, 22/12/2018 03:39 WIB
Astaghfirullah, Belasan Murid SD di Temanggung Kecanduan Pil Koplo

TEMANGGUNG (aksi.id) - Belasan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terindikasi sebagai pengguna atau pecandu obat terlarang seperti pil Y, heximer, dan yarindu. 

Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Temanggung AKBP Renny Puspita mengatakan, data itu diketahui setelah BNN melakukan sosialisasi di SMP dan SD. “Kemudian diketahui ada 17 siswa SD yang terindikasi memakai pil koplo, salah satunya dari laporan kepala sekolah siswanya memakai pil heximer," katanya, Jumat (21/12/2018).

Dia menyebutkan, fenomena yang ada di Temanggung itu perlu diantisipasi, sebab tidak tertutup kemungkinan mereka bisa terjebak dalam konsumsi sabu dan ganja. “Kalau sabu, ganja untuk anak SD kemungkinan kecil, maka perlu diantisipasi penyalahgunaan jenis pil,” katanya.

Renny mengatakan, pengaruh narkotika dan obat-obatan terlarang memang sangat memprihatinkan hampir masuk di semua sendi kehidupan. Namun, pihaknya tidak akan menyerah dan terus mengupayakan pencegahan dengan berbagai cara.

Menurut Renny, penyebab utama anak-anak usia SD terjerumus kepada pemakaian pil koplo ini karena pergaulan. Bermula dari kelompok yang kemudian ikut-ikutan memakai karena ada yang mengajak dan terindikasi pengajaknya dari anak dengan usia lebih tua semisal anak SMP dan SMA. 

Dia menjelaskan, di Temanggung terindikasi banyak sekali apotek yang bisa menjual bebas obat-obatan. Berdasarkan penyelidikan BNNK Temanggung mereka bisa membeli lewat pintu belakang lewat oknum-oknum tertentu.

Pemakai pil koplo ini, kata Renny, lebih banyak dari warga yang tinggal di wilayah pinggiran daripada di wilayah kota.

"Biasanya mereka dalam satu kelompok ikut-ikutan, ada yang mengajak dari kelompok usia lebih tua anak SMP atau SMA. Kalau sudah kecanduan anak SD itu kemudian beli ke anak SMP atau SMA. Di sini banyak apotek yang bisa menjual bebas mungkin lewat pintu belakang, ada oknum yang bisa menjual bebas obat-obat yang seharusnya pakai resep dokter," ungkapnya. 

Renny mengatakan, belum lama ini anak-anak SD pemakai pil koplo berikut yang memberi sudah dibawa ke BNNK untuk direhabilitasi. Pertimbangan memakai pil koplo karena dari segi harga murah, yakni Rp20.000 per paket isi 10 butir.

Jika dirinci jumlah terindikasi dari siswa SD ada 17 anak, SMP/MTs 17 anak, siswa SMA/SMK/MA ada enam anak dan dari D-III, S-1 ada dua orang, pekerja swasta 10 orang, dan pengangguran tiga orang, kini mereka telah menjalani rehabilitasi.

"Kami mengimbau masyarakat luas jangan sungkan membawa siapa saja, baik anak didik, tetangga maupun saudaranya yang menjadi pecandu, ke BNN karena akan kami obati tanpa dipungut biaya," katanya.

(dede/sumber: inews.id).