press enter to search

Jum'at, 22/03/2019 21:00 WIB

Mitigasi Bencana Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan di Sekolah

Redaksi | Kamis, 03/01/2019 16:33 WIB
Mitigasi Bencana Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan di Sekolah Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT

SEMARANG (aksi.id) – Mitigasi Bencana diusulkan masuk Kurikulum Sekolah secara Nasional, karena sering terjadi bencana alam di Indonesia. Selain itu, kasus kecelakaan di jalan raya juga masih tinggi dengan korban jiwa cukup besar.

Hal yang sama juga tidak kalah jumlah korbannya bencana kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi. Keduanya harus diantisipasi sejak dini, yaitu saat mereka duduk dibangku sekolah.

“Jumlah korban kecelakaan lalu lintas jauh lebih tinggi ketimbang kecelakaan lalu lintas,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kepada BeritaTrans.com, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan raya sudah melebihi korban bencana alam. “Jumlah korban bencana alam setara dengan jumlah korban kecelakaan lalu lintas dalam satu hari,” jelas Djoko.

Setiap hari, papar dia, sekitar 80-an orang yang meninggal seketika terpapar di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas.

“Sebaiknya kurikulum nasional bencana alam juga termasuk di dalamnya ada kurikulum keselamatan berlalu lintas,” tandas Djoko.(helmi/ny)