press enter to search

Jum'at, 18/01/2019 21:10 WIB

Ratusan Wisatawan yang Terjebak di Karimunjawa akan Diangkut KMP Siginjai dan Ekspres Bahari

| Kamis, 03/01/2019 20:41 WIB
Ratusan Wisatawan yang Terjebak di Karimunjawa akan Diangkut KMP Siginjai dan Ekspres Bahari KMP Siginjai akan angkut wisatawan dari Karimunjawa

SEMARANG (aksi.id) – Sebanyak 244 wisatawan yang sudah lama terjebak di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara akan segera pulang, setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan lampu hijau bagi kapal untuk beroperasi mulai Jumat (4/1/2019) .

Nur Soleh, Sekretaris Camat Karimunjawa, menuturkan kepastian keberangkatan kapal penyeberangan dari Karimujawa ke Jepara setelah mengantongi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Jadwal kapalnya besok pagi (Jumat 4/1/2019). BMKG sudah mengizinkan setelah sebelumnya tertahan karena ombak tinggi di laut Jawa, " kata Nur Kamis (3/1/2019).

Dia menambahkan sesuai jadwal, ratusan wisatawan akan menumpangi dua kapal yakni KMP Siginjai dan Ekpress Bahari pada Jumat, 4 Februari 2019 pukul 06.30 WIB. Jadwal tersebut mulai berlaku reguler seperti sebelumnya. 

Nur menjelaskan, para wisatawan yang tertahan di Karimunjawa adalah mereka yang memilih berlibur akhir tahun di pulau paling eksotis di Jawa Tengah tersebut. Rata-rata mereka tiba di Karimunjawa pada Jumat, Sabtu dan Minggu. 

Namun mereka tak bisa langsung pulang karena ombak tinggi 2,5 meter lebih pada hari Senin, Selasa dan Rabu. Sehingga seluruh pelayaran dari pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa maupun sebaliknya terpaksa dihentikan.

"Hari Rabu kemarin, sudah ada 122 wisatawan yang diangkut menggunakan pesawat menuju Semarang. Tapi masih ada 244 orang yang tidak mau dengan alasan kendaraannya dititipkan di Jepara, " tutur dia. 

Terkait kunjungan wisatawan di Karimujawa pada momentum libur Natal dan Tahun Baru, Nur menyatakan jumlahnya relatif menurun berkisar antara 2.000 hingga 3.000 wisatawan. Selain takut adanya ombak tinggi, banyak wisatawan yang memperhatikan informasi BMKG terkait ombak tinggi di laut Jawa.

"Ada juga wisatawan yang takut setelah kejadian tsunami di Selat Sunda lalu. Jadi sedikit menurun, " katanya.

(fahri/sumber: bisnis.com).