press enter to search

Jum'at, 18/01/2019 20:19 WIB

Usung Millennials Travel Experience, PT Angkasa Pura II Lagi-Lagi Jadi Trend Setter

| Jum'at, 04/01/2019 09:25 WIB
Usung Millennials Travel Experience, PT Angkasa Pura II Lagi-Lagi Jadi Trend Setter Presiden Jokowi dengan generasi milenial yang bersuka cita

TANGERANG (aksi.id) - Ungkapan Generasi Y atau Milenial Generation, Generastion next, Net Gen, dan Echo Boomers mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat yang dipopulerkan William dan Neil.

Sedangkan iGeneration, generasi net, atau generasi internet memiliki kesamaan dengan generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset (multitasking).

Pada generasi ini pas dengan ungkapan Panta rhei kai uden menei. Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu yang tinggal menetap. Seperti sebuah sungai, semuanya terus berubah. Dinamis. Terus bergerak.

Generasi dengan segala dinamikanya itu ditangkap dan difahami oleh manajemen PT Angkasa Pura II sebagai market potensial. Karenanya, BUMN pengelola bandara ini menempatlkan generasi milenial sebagai salah satu orientasi market, yang harus dikelola sebaik mungkin.

Maka lahirlah program dengan mengusung tema Millennials Travel Experience. Program ini bagian dari inovasi yang digelorakan perusahaan setelah mengkilat dalam konsep dan implementasi smart airport.

Patut diakui, dengan mengusung Millennials Travel Experience, PT Angkasa Pura II kembali menjadi trend setter tidak hanya di bisnis kebandarudaraan, tetapi juga di horison bisnis lainnya di tanah air.

"Perusahaan fokus pada segmen pelanggan millennials melalui pengembangan portofolio produk dan service serta menargetkan peningkatan pelayanan dengan cara melakukan rejuvenasi terhadap aspek operasi di bandara," tutur Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com, Kamis (4/2/2019).

Fokus pada segmen milenial, dia menuturkan merupakan  bagian  dari tiga program transformasi, yakni transformasi bisnis dan portofolio usaha, transformasi infrastruktur dan sistem operasi, serta transformasi human capital.

 Dia menuturkan membidik generasi milenial tersebut juga terinspirasi dari betapa begitu pedulinya Presiden Jokowi terhadap generasi milenial.

"Presiden menilai generasi milenial adalah aset bangsa yang sangat potensial. Kami menambahkan dengan pemahaman bahwa generasi milenial juga merupakan market potensial dan menggiurkan," jelas Awaluddin.

Market itu, dia menuturkan dengan dikelola antara lain melalui destinasi digital dengan menghadirkan spot-spot foto unik dan “instagramable”.

Sebelumnya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menyebut wisatawan milenial sebagai pasar masa depan. “Siapa yang dapat merebutnya akan menjadi pemenang. Dengan kata lain, who win the future, wins the game,” ujarnya. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memproyeksikan jumlah wisman milenial mencapai 34% atau sekitar 7 juta dari target 20 juta wisman tahun 2019.

Untuk mengoptimalkan potensi di era booming teknologi dan pasar generasi milenial yang haus pengalaman serta eksistensi, Kemenpar dalam setahun terakhir gencar mendorong pengembangan Destinasi Digital dengan target 100 destinasi digital pada 2018.

Menurut Menpar, Destinasi Digital adalah sebuah produk pariwisata yang kreatif dan dikemas kekinian. “Definisi mudahnya, destinasi digital ini adalah destinasi yang bagus dan indah untuk difoto, yang instagramable, “ ucap menteri asal Banyuwangi itu. (awe).