press enter to search

Senin, 17/06/2019 22:02 WIB

Kapal Tanker MT Teguh 9 Berbendera Malaysia Ditangkap di Perairan Batam

| Senin, 07/01/2019 19:34 WIB
Kapal Tanker MT Teguh 9 Berbendera Malaysia Ditangkap di Perairan Batam Kapal tenker tersebut bernama MT Teguh 9 MT berbendera Malaysia dengan bobot 1680 GT dengan 13 orang Anak Buah Kapal termasuk nahkoda

BATAM (aksi.id) - Salah satu unsur Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Satrol Lantamal IV) yakni Kapal Angkatan Laut (KAL) Anakonda II-4-61 berhasil menangkap kapal tanker diduga melakukan pelanggaran UU Pelayaran di Perairan Utara Teluk Jodoh pada Sabtu 5 Januari 2019.

Kapal tanker tersebut bernama MT Teguh 9 berbendera Malaysia dengan bobot 1680 GT dengan 13 orang Anak Buah Kapal termasuk nahkoda.

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Tanjung Pelepas Johor Malaysia tujuan Pulau Sambu, saat ditangkap kapal bermuatan minyak HSD sebanyak 1762,130 KL.

Pengkapan tersebut berawal ketika KAL Anakonda II-4-61 sedang melaksanakan operasi keamanan laut di Wilayah Kerja Lantamal IV dan menemukan kontak secara visual berupa kapal tanker.

Selanjutnya KAL Anakonda II-4-61 melakukan identifikasi kontak melalui sistem AIS tetapi tidak menemukan data kapal tenker diduga kapal tersebut mematikan AIS. Upaya komunikasi terus dilakukan dengan menggunakan radio FM chanel 16 dan 14 tetapi tetap di direspon oleh kapal tersebut.

Selanjutnya Komandan KAL Anakonda II-4-61 memerintahkan untuk melakukan prosedur Pengejaran Penangkapan dan Penyedikian (Jarkaplid) dan berhasil menghentikan kapal tenker tersebut pada posisi 010 12’ 750” Lintang Utara dan 1030 56’ 076” Bujur Timur di Perairan Utara Teluk Jodoh.

Kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditemukan kapal tersebut tidak mengaktifkan AIS saat berlayar, Port Clearance palsu, ABK tidak disijil dan pasport tidak distempel pejabat imigrasi.

"Dari temuan itu patut diduga kapal MT Teguh 9 melakukan pelanggaran UU Pelayaran selanjutnya kapal tersebut dikawal menuju Dermaga Fasharkan Mentigi Tanjung Uban guna proses pemeriksaan lanjutan," ujar Danlantamal lV Laksamana Pertama Eko Suyatno di pangkal Farshakan Mentigi Tanjunguban, Selasa (7/1).

(via/sumber: tribunnews.com).